Berita

Ahmet Kasım Han/Net

Dunia

Pakar Turki: Taliban akan Berpura-pura Terlihat Seperti Anak Baik untuk Mendapat Dukungan

JUMAT, 20 AGUSTUS 2021 | 06:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

RMOL Taliban yang baru saja menguasai Afghanistan dan menggulingkan Presiden Ashraf Ghani saat ini tengah sibuk mencari dukungan. Itu sebabnya mereka melakukan pendekatan yang baik dan positif.

Seorang pakar politik dari Turki mengatakan, dukungan Internasional akan membuat Taliban diakui dan membantunya dalam berbagai bidang di tengah runtuhnya ekonomi Afghanistan.

"Tidak ada yang lebih penting bagi Taliban selain bantuan dan dukungan internasional. Itu sebabnya mereka mengunjungi Rusia dan China,” kata Profesor Hubungan Internasional Turki, Ahmet Kasım Han, dalam wawancaranya dengan Hurriyet.


Pada Senin (16/8) Kalompok Taliban menyatakan akan menjaga perdamaian di Afghanistan dan menghormati hak-hak perempuan serta menjalin hubungan baik dengan negara-negara.  

Banyak yang meragukan janji Taliban itu mengingat bagaimana mereka sebelumnya. Ahmet mengatakan, saat ini Taliban berpura-pura terlihat seperti anak yang baik untuk mendapat simpati dan diakui sebagai negara yang sah.

Bahkan, untuk mendapatkan dukungan yang dibutuhkan, Taliban berjanji kepada China untuk tidak campur tangan di wilayah Xinjiang Uyghur.

“Mereka juga memberi tahu Moskow bahwa mereka tidak akan mendukung al-Qaida atau ISIL di Asia Tengah,” kata Ahmet, seperti dikutip dari Hurriyet, Kamis (19/8).

Apakah Taliban akan berhasil menjadi 'anak yang baik'? Ahmet mengatakan ia tidak bisa memprediksi hal itu. Belakangan ini ada banyak hal mengejutkan dan tidak terduga. Seperti kemajuan Taliban yang hanya membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk menjatuhkan Afghanistan setelah Pasukan AS pergi dari negara itu.

“Tidak tahu. Tidak bisa diduga. Karena jawabannya tidak diketahui, orang menjadi gelisah,” jelas Ahmet. Namun ia mengingatkan bahwa banyak masyarakat Afghanistan yang tidak ingin hidup di bawah rezim kelompok itu.

Menurut jajak pendapat terbaru di Afghanistan, 70 persen penduduk menentang hidup dalam rezim Taliban, dia mengingatkan.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya