Berita

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meresmikan Kampung Susun Akuarium/Net

Nusantara

Soal Kampung Susun Akuarium, Fahira Idris: Anies Membangun Harapan dari Puing Reruntuhan

KAMIS, 19 AGUSTUS 2021 | 05:39 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Pembangunan Kampung Susun Akuarium, persis di atas kawasan yang sebelumnya sudah rata dengan tanah atau menjadi puing reruntuhan akibat digusur pada 2016 bukan sekedar menjalankan janji kampanye, tetapi lebih menunaikan kodrat seorang pemimpin yang tugas utamanya adalah menegakkan keadilan di tengah-tengah masyarakat.

Demikian disampaikan Anggota DPD RI atau Senator DKI Jakarta Fahira Idris atas diresmikannya Kampung Susun Akuarium oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Fahira berpandangan, pembangunan Kampung Susun Akuarium menjadi pembuktian bahwa di tangan pemimpin yang amanah, menghadirkan keadilan sosial bukan sekedar jargon tetapi sebuah aksi nyata. Membangun Kampung Susun Akuarium bukan hanya membangun fisik bangunan tetapi memulihkan dan membangun kembali kehidupan warga yang sebelumnya tidak menentu.


"Kampung Susun Akuarium adalah buah dari bertemunya kegigihan warga mempertahankan haknya dan pemimpin yang amanah akan janjinya. Yang dibangun Pak Anies bukan sekedar fisik bangunan tetapi membangun sebuah harapan akan kehidupan dan masa depan warga yang lebih baik," kata Fahira Idris dalam kepada wartawan di Jakarta, Kamis (19/8).

Lebih lanjut, ia mengatakan, jika melihat kilas balik ke belakang saat rumah warga di kawasan tersebut digusur, sangat sulit membayangkan bisa berdiri sebuah Kampung Susun yang sangat indah dan nyaman di atas tanah yang sudah rata atau tinggal puing.

"Namun di tangan pemimpin yang berani mengambil risiko untuk menepati janjinya, sesuatu yang sulit diwujudkan menjadi sebuah keniscayaan. Pak Anies membangun harapan dari puing reruntuhan,” ujar Fahira.

Untuk Kampung Susun Akuarium, lanjut Fahira, Anies Baswedan sudah menerapkan apa yang disebut dengan interaksi model City 4.0 seperti diterapkan banyak kota-kota maju di dunia. City 4.0 mengedepankan peran utama pemerintah sebagai penyedia platform dan warga sebagai co-creator persis seperti yang terjadi pada proses pembangunan Kampung Susun Akuarium di mana warga terlibat penuh sejak awal perencanaan hingga eksekusi.  

Hasilnya pembangunan Kampung Susun Akuarium tidak hanya memenuhi unsur kelestarian lingkungan, ketahanan bencana tetapi juga layak huni untuk keberlangsungan hidup warga Kampung Akuarium.

“Dengan model pembangunan kolaborasi ini, Kampung Susun Akuarium akan penuh dengan pemberdayaan mulai dari pengetahuan, ekonomi, jaringan, hingga pemberdayaan masyarakat. Jadi yang dibangun bukan hanya gedung atau rumah-rumah tetapi yang dibangun juga sebuah ekosistem yang mampu meningkatkan kualitas hidup warganya sehingga lebih berdaya terutama secara ekonomi," pungkas Fahira.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah merampungkan tahap pertama pembangunan Kampung Susun Akuarium. Dari total lima blok yang direncanakan, dua diantaranya sudah selesai didirikan pada tahap pertama pembangunan, yakni blok B dan D. Artinya, kini 107 unit tempat tinggal yang ada di kedua blok tersebut siap untuk dihuni oleh warga gusuran Kampung Akuarium, Jakarta Utara.

Selain unit siap huni, pada tahap pertama pembangunannya, Kampung Akuarium juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung antara lain satu unit khusus kaum disabilitas, tiga kios usaha, hingga satu ruang galeri untuk memamerkan cagar budaya yang ditemukan di kawasan Kampung Akuarium.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya