Berita

Salah satu mural bergambar mirip Presiden Jokowi/Net

Politik

Demokrat Bingung, Katanya Pemerintah Tak Anti Kritik tapi Pembuat Mural Dikejar-kejar

KAMIS, 19 AGUSTUS 2021 | 02:28 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Demokrat mempertanyakan pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengaku mengapresiasi kritik membangun dan selalu menjawab kritik dengan pemenuhan tanggung jawab dalam pidato kenegaraannya. Namun kenyataannya, para pelaku pembuat mural yang mengkritik dicari-cari dan dikejar-kejar. Muralnya pun dihapus.

Demikian antara lain disampaikan koordinator juru bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra kepada wartawan di Jakarta, Rabu (18/8).

Seharusnya menurut Herzaky, munculnya mural, atau gambar jalanan yang bernuansa kritik kepada pemerintah Joko Widodo,  disikapi dengan bijaksana oleh pemerintah.

Bagi dia, munculnya mural ini tanda ada kegelisahan di kalangan rakyat bawah atas situasi yang mereka hadapi di kehidupan sehari-hari akibat pandemi.

"Nah, kegelisahan ini harus dicari tahu akar permasalahannya, dan dicarikan solusinya. Bukan malah diredam atau ditutup-tutupi," kata Herzaky.

Selayaknya angka kematian terus meningkat akibat covid-19, harus dicari cara mengapa bisa meningkat drastis, dan bagaimana menurunkan jumlah rakyat yang meninggal karena covid-19.

"Bukan malah memainkan data, apalagi menghapusnya dari indikator penanganan covid-19. Begitu pula dengan aspirasi dan kegelisahan rakyat ini," sesal dia.

Mural yang muncul tersebut, menurut Herzaky adalah wujud dari cara rakyat dalam mengekspresikan aspirasinya. Menyalurkan kegelisahannya. Karena bingung, tidak tahu lagi mesti mengadu kemana atau mesti bagaimana lagi menyikapi situasi berat terkini.

"Ini seharusnya menjadi introspeksi pemerintah juga. Bagaimana pemerintah seharusnya bisa memahami dan mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan, sebelum mereka mengekspresikan kegundahannya melalui mural," tandas dia.

Untuk itu, ia menyarankan agar pemerintah turun ke lapangan hanya sekedar untuk pencitraan, melainkan seharusnya benar-benar untuk memahami situasi dan mengecek kondisi terkini dari rakyatnya.

"Seharusnya, ekspresi rakyat seperti ini, diberikan tempat, ruang, untuk menyalurkan. Jangan kemudian kreativitasnya malah dimatikan. Di era pandemi, tekanan hidup sudah berat. Jangan kemudian ruang untuk berekspresi dan berpendapat malah semakin dikekang. Negeri ini negeri demokrasi, bukan negeri otoriter," demikian Herzaky menyarankan.


Populer

Membuka Kemungkinan PKB Dukung Anies Baswedan

Selasa, 22 November 2022 | 02:55

Urai Teknik Nabok Nyilih Tangan, RR: Sekarang Gubernur DKI Siap Merusak Apa yang Dikerjakan Anies

Minggu, 20 November 2022 | 11:34

FIFA Ancam Cabut Hak Siar Piala Dunia 2022 untuk Thailand

Kamis, 24 November 2022 | 14:49

Jokowi Kumpulkan Relawan di GBK, Sekjen PDIP: Banyak Manipulasi

Senin, 28 November 2022 | 05:22

Satu Meja untuk Indonesia

Senin, 21 November 2022 | 13:24

Entitas PAN Umumkan Dukungan Anies Baswedan jadi Capres 2024

Rabu, 23 November 2022 | 17:48

Makin Kontroversial, Qatar Undang Zakir Naik Khotbah di Piala Dunia

Senin, 21 November 2022 | 14:17

UPDATE

Masih Fokus Bantu Cianjur, Deklarasi Koalisi Demokrat-PKS-Nasdem Kemungkinan Tahun Depan

Rabu, 30 November 2022 | 20:03

Agar Tidak Dikorupsi, KPK Pelototi Distribusi Bantuan ke Korban Gempa Cianjur

Rabu, 30 November 2022 | 19:52

DPR Perlu Bentuk Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu terhadap Amman Mineral

Rabu, 30 November 2022 | 19:46

Dapat Pinjaman Modal bank bjb, Usaha Roti Endang Koswara Kian Berkembang

Rabu, 30 November 2022 | 19:40

Revisi Perpres 191 Penting untuk Perkuat Tugas BPH Migas Distribusikan BBM Subsidi

Rabu, 30 November 2022 | 19:36

MK Putuskan Koruptor Tidak Boleh Nyaleg, KPU Bakal Konsultasi ke Jokowi dan DPR

Rabu, 30 November 2022 | 19:36

Mafia Hukum dan Parlemen yang Bungkam

Rabu, 30 November 2022 | 19:12

Turunkan Angka Kecelakaan, Korlantas Polri Sosialisasikan Alat Tes Alkohol dan Narkoba

Rabu, 30 November 2022 | 19:07

Jumlah Kasus Aktif Covid-19 Hari Ini Naik Lagi Hingga Ribuan

Rabu, 30 November 2022 | 18:52

Menko Airlangga: Bunga KUR Super Mikro Turun Jadi 3 Persen

Rabu, 30 November 2022 | 18:45

Selengkapnya