Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Kemenangan Cepat Taliban Sudah Diprediksi Intelijen AS

RABU, 18 AGUSTUS 2021 | 11:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Runtuhnya militer Afghanistan di tangan Taliban pernah diungkapkan oleh badan-badan intelijen AS selama musim panas lalu.

Meskipun badan-badan tersebut tidak pernah memprediksi pengambilalihan pemerintah oleh Taliban, namun mereka sudah menyebutkan keruntuhan itu akan terjadi dalam waktu dekat, selambatnya dalam enam bulan setelah AS menarik pasukannya.

Sekarang, pada kenyataannya itu malah terjadi jauh lebih cepat lagi.


Sebuah laporan CIA pada bulan Juli mencatat bahwa pasukan keamanan dan pemerintah pusat telah kehilangan kendali atas jalan-jalan menuju Kabul dan menilai bahwa kelangsungan hidup pemerintah pusat berada dalam bahaya serius.

Laporan lain oleh Departemen Luar Negeri divisi intelijen dan penelitian mencatat kegagalan pasukan Afghanistan untuk memerangi Taliban dan kondisi keamanan yang memburuk dapat menyebabkan runtuhnya pemerintah.


"Satu laporan spesifik tertanggal Juli menjelaskan risiko yang berkembang di ibu kota Afghanistan, Kabul, menambahkan bahwa pemerintah Afghanistan tidak siap untuk serangan di kota itu oleh Taliban," kata seorang pejabat senior pemerintah yang kepada The New York Times dengan syarat anonim.

Sementara AS mengatakan pada Senin bahwa mereka hanya akan mengakui pemerintah Taliban di Afghanistan hanya jika mereka menghormati hak-hak perempuan dan menghindari gerakan ekstremis seperti al-Qaeda.

"Pada akhirnya, ketika sampai pada sikap kami terhadap pemerintah masa depan di Afghanistan, itu akan tergantung pada tindakan pemerintah itu," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price kepada wartawan ketika ditanya tentang pengakuan AS atas Taliban.

"Itu akan tergantung pada tindakan Taliban," ujarnya.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

Eggi Sudjana Nyetir Mobil Mewah di Malaysia Bukan Hoaks

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:01

Madu Dari Sydney

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:32

Zakat Harus Jadi Bagian Solusi Kebangsaan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:27

Sudirman Said Dilamar Masuk Partai Gema Bangsa

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:01

Trump Ancam Kenakan Tarif ke Negara yang Tak Sejalan soal Greenland

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

Dirut Indonesia Air Transport Klarifikasi Kru Pesawat Bawa Pegawai KKP Hilang Kontak di Maros Bukan Delapan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

KKP Terus Monitor Pencarian Pesawat ATR 42-500 Usai Hilang Kontak

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:09

Ini Identitas dan Pangkat Tiga Pegawai KKP di Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Maros

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:48

Klarifikasi Menteri Trenggono, Pesawat ATR Sewaan KKP yang Hilang Kontak di Maros Sedang Misi Pengawasan Udara

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:37

Selengkapnya