Berita

Pejuang Taliban meledakkan dua bom di Kabul pada 4 Agustus 2021/Net

Dunia

Berkaca Pada Turbulensi Afghanistan, China Minta AS Berhenti Gunakan Kedok HAM dan Demokrasi untuk Campuri Urusan Negara Lain

RABU, 18 AGUSTUS 2021 | 08:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying menyoroti pidato terbaru Presiden AS Joe Biden yang mengatakan bahwa misi mereka di Afghanistan untuk menghentikan perang (terorisme) dan bukan untuk membangun sebuah bangsa.

Menurut Hua, pernyataan itu jelas merupakan sebuah pengakuan bahwa Amerika memang tidak membangun bangsa, melainkan menghancurkannya.  

"Presiden AS Joe Biden mengatakan misi AS di Afghanistan tidak pernah seharusnya membangun bangsa, dan itu benar," kata Hua Chunying pada Selasa (17/8).


Ia mengecam AS karena meninggalkan turbulensi dan kekacauan di mana pun AS berada.

"Peran AS terletak pada kehancuran, bukan konstruksi," lanjutnya.

Hua juga menyoroti kekacauan yang terjadi di Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, di mana orang-orang mengerumuni pesawat dan mati-matian mencoba berpegangan pada pesawat militer AS saat lepas landas.

Video yang beredar menunjukkan apa yang tampak seperti orang jatuh saat pesawat naik, sebuah adegan yang mengejutkan orang-orang dari seluruh dunia.

"Sangat menyedihkan melihat kekacauan yang menghancurkan di bandara Kabul dalam beberapa hari terakhir tampak begitu akrab," kata Hua.

"AS memulai perang di Afghanistan atas nama memerangi terorisme. Tapi apakah itu menang? Dalam 20 tahun terakhir, jumlah kelompok teror di negara itu telah meningkat dari satu digit menjadi lebih dari 20, dengan lebih dari 100.000 orang Afghanistan terbunuh atau terluka dan lebih dari 10 juta orang mengungsi. Apakah AS telah membawa perdamaian ke kawasan ini?," tanya Hua.

Dalam pernyataannya, Hua mengatakan China berharap AS dapat secara serius merenungkan penggunaan kekuatan dan intervensi militernya. Berhenti mencampuri urusan dalam negeri negara lain dengan kedok demokrasi dan hak asasi manusia, dan merusak perdamaian dan stabilitas negara lain.

Sebagai tetangga terbesar Afghanistan, China selalu menghormati kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas teritorial negara itu, menurut Hua. China mematuhi non-intervensi dalam urusan internal Afghanistan dan menerapkan kebijakan bersahabat terhadap seluruh rakyat Afghanistan.

Hua juga mencatat bahwa China mendorong Taliban-Afghanistan untuk mengikuti kebijakan agama moderat, bekerja pada pembangunan struktur politik yang inklusif dan mengejar kebijakan luar negeri yang damai dan bersahabat, terutama dengan negara-negara tetangga.

"Kami berharap Taliban Afghanistan akan membuat terobosan bersih dengan semua organisasi teroris termasuk Gerakan Islam Turkestan Timur (ETIM) untuk mencegah Afghanistan menjadi tempat berkumpulnya pasukan teroris dan ekstremis lagi," katanya.

Menanggapi penarikan personel kedutaan dan warga negara asing di tengah pergolakan, Hua mendesak departemen terkait untuk mengambil tindakan yang tepat untuk memastikan stabilitas di Afghanistan untuk melindungi keselamatan dan hak-hak sah rakyatnya dan warga negara asing, serta memberikan kenyamanan yang diperlukan agar korban dapat dihindari saat evakuasi.

Sebelumnya China dan AS telah membahas langkah bersama untuk membahas situasi Afghanistan terkini lewat diskusi telepon anatara kedua menteri luar negeri pada Senin.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

Eggi Sudjana Nyetir Mobil Mewah di Malaysia Bukan Hoaks

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:01

Madu Dari Sydney

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:32

Zakat Harus Jadi Bagian Solusi Kebangsaan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:27

Sudirman Said Dilamar Masuk Partai Gema Bangsa

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:01

Trump Ancam Kenakan Tarif ke Negara yang Tak Sejalan soal Greenland

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

Dirut Indonesia Air Transport Klarifikasi Kru Pesawat Bawa Pegawai KKP Hilang Kontak di Maros Bukan Delapan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

KKP Terus Monitor Pencarian Pesawat ATR 42-500 Usai Hilang Kontak

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:09

Ini Identitas dan Pangkat Tiga Pegawai KKP di Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Maros

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:48

Klarifikasi Menteri Trenggono, Pesawat ATR Sewaan KKP yang Hilang Kontak di Maros Sedang Misi Pengawasan Udara

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:37

Selengkapnya