Berita

Aktivis peraih Nobel Perdamaian Malala Yousafzai/Net

Dunia

Khawatirkan Nasib Perempuan dan Anak Afghanistan, Malala Minta Biden Segera Ambil Tindakan Penyelamatan

SELASA, 17 AGUSTUS 2021 | 14:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Aktivis peraih Nobel Perdamaian Malala Yousafzai ikut buka suara soal nasib warga Afghanistan pasca Taliban merebut kekuasaan.

Dalam sebuah pernyataan kepada BBC Newsnight Senin (16/8), Malala mengaku sangat prihatin khususnya atas keselamatan perempuan dan anak perempuan di Afghanistan. Dia juga menyerukan agar para pemimpin dunia segera mengambil tindakan untuk pencegahan.

Dalam pesannya klyang ditujukan kepada Joe Biden, Malala mengatakan bahwa Presiden AS itu harus mengambil langkah berani untuk melindungi rakyat Afghanistan, seraya menambahkan bahwa dia telah berusaha menjangkau beberapa pemimpin global.


“Ini sebenarnya adalah krisis kemanusiaan yang mendesak saat ini sehingga kami perlu memberikan bantuan dan dukungan kami,” kata Malala.

Malala (23) adalah korban penembakan seorang pria bersenjata Taliban Pakistan pada 2012, setelah dia menjadi sasaran kampanye melawan upaya untuk menolak pendidikan perempuan.

"Saya sangat prihatin dengan situasi di Afghanistan saat ini, terutama tentang keselamatan perempuan dan anak perempuan di sana," kata Yousafzai kepada Newsnight.

“Saya memiliki kesempatan untuk berbicara dengan beberapa aktivis di Afghanistan, termasuk aktivis hak-hak perempuan, dan mereka berbagi keprihatinan mereka bahwa mereka tidak yakin seperti apa hidup mereka nantinya," ujarnya.

Malala juga mengatakan bahwa dia telah mengirim surat kepada Perdana Menteri Pakistan Imran Khan memintanya untuk menerima pengungsi Afghanistan dan memastikan bahwa semua anak pengungsi memiliki akses ke pendidikan, memiliki akses ke keselamatan dan perlindungan.

Malala pindah ke Inggris setelah dia ditembak, di mana dia menerima perawatan medis dan tahun lalu lulus dari Universitas Oxford dengan gelar Filsafat, Politik dan Ekonomi.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya