Berita

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte/Net

Dunia

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte Terus Upayakan Penyelamatan Warganya di Afghanistan

SELASA, 17 AGUSTUS 2021 | 13:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Belanda akan melakukan segala upaya untuk menyelamatkan seluruh warga negara dan mereka yang terkait dengan Belanda yang saat ini masih berada di Afghanistan.

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengatakan bahwa situasi di Afghanistan sangat tidak kondusif dan warga Belanda harus segera dievakuasi.

“Situasi di Afghanistan tidak jelas dan mengkhawatirkan,” kata Rutte setelah menggelar pertemuan bersama Menteri Luar Negeri Sigrid Kaag, Senin (16/8) waktu setempat.


“Semuanya sedang dilakukan untuk mengeluarkan staf kedutaan, penerjemah, dan ‘orang lain yang pantas mendapatkan perlindungan kita’ dari Afghanistan,” ujarnya.

Rutte tidak menjelaskan siapa yang dia maksud dengan ‘orang lain’ dalam pernyataannya tersebut.

Sementara Menlu Kaag belum mau berkomentar banyak tentang situasi tersebut.

“Kami sedang berusaha untuk membawa mereka keluar dari Afghanistan," katanya singkat.

Ibukota Afghanistan Kabul jatuh ke tangan Taliban pada hari Minggu (15/8). Gerakan militer ekstremis itu telah mendapatkan kekuatan dengan kecepatan yang mengkhawatirkan sejak pasukan NATO mulai menarik diri. Pada hari Minggu dan Senin, ribuan orang berkumpul di bandara di Kabul, mencoba melarikan diri dari negara itu sebelum Taliban bisa menghentikan mereka.

Menteri Pertahanan Ank Bijleveld sebelumnya mengatakan bahwa sebuah pesawat dikirim untuk menjemput warga Belanda di negara itu . Namun situasi kacau membuat pesawat mereka tidak bisa mendarat di Kabul.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya