Berita

Presiden Joe Biden berbicara di Gedung Putih Senin 16 Agustus 2021/Net

Dunia

Situasi di Bandara Kabul Menyayat Hati, Tapi Biden Tegaskan Tidak Pernah Menyesali Keputusannya Tarik Mundur Pasukan

SELASA, 17 AGUSTUS 2021 | 08:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Keputusan menarik pasukan dari Afghanistan adalah pilihan terbaik bagi Amerika. Presiden Joe Biden dengan nada menantang mengatakan hal itu pada Senin (16/8) dan menekankan sekali lagi bahwa ia tidak menyesali keputusannya.

"Saya adalah presiden Amerika Serikat, dan tanggung jawab berhenti pada saya," katanya. "Saya sangat sedih dengan fakta yang kita hadapi sekarang, tetapi saya tidak menyesali keputusan saya."

Pernyataan Biden muncul di tengah serangan kritik dan kecaman atas penarikan pasukan. Hanya dalam waktu yang sangat singkat setelah pasukan AS pergi dari Afghanistan, kelompok Taliban berhasil menguasai delapan provinsi dan menggulingkan pemerintahan Presiden Ashraf Ghani.


Biden sendiri secara jujur mengatakan bahwa ia juga tidak menduga gerakan Taliban begitu cepat di luar dugaannya sehingga dapat merebut Afghanistan.

Bulan lalu, Biden mengatakan 'sangat tidak mungkin' Taliban akan menyerbu negara itu setelah pasukan AS pergi.

Dalam sambutan di Gedung Putih, Biden juga menyayangkan bahwa militer Afghanistan tidak bisa berdiri sendiri dan berperang melawan Taliban.

Biden berjanji, AS akan terus mendukung rakyat Afghanistan. Mendorong diplomasi regional dan berbicara untuk hak-hak warga Afghanistan.

Ia sendiri merasa 'ngilu' melihat foto-foto dan video yang beredar yang menggambarkan kondisi Afghanistan saat ini, terutama Bandara Kabul. Biden menggambarkan foto-foto itu menyayat hati.

Beberapa orang menempel di sisi pesawat militer AS sebelum lepas landas, yang lainnya berjatuhan saat berlomba menaiki tangga di bandara.

Video lain menunjukkan orang-orang Afghanistan berlarian menyerbu pesawat yang akan lepas landas. Pasukan AS terpaksa melepaskan tembakan peringatan dan menggunakan helikopter untuk membersihkan jalur pendaratan bagi pesawat angkut.

Sebagian besar staf Kedutaan Besar AS telah dievakuasi dari Kabul. Pemerintah AS memperkirakan akan membutuhkan beberapa hari lagi untuk terus memindahkan orang-orang itu keluar dari Afghanistan. Gedung Putih memandang situasinya bergejolak dan serius, kata pejabat itu, tetapi bukan skenario terburuk karena sejauh ini belum ada kekerasan yang meluas di sekitar Kabul.

Partai Republik telah mengecam Biden karena gagal mencegah pengambilalihan Taliban dan memperingatkan potensi risiko pertumbuhan baru sel-sel teroris.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

Eggi Sudjana Nyetir Mobil Mewah di Malaysia Bukan Hoaks

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:01

Madu Dari Sydney

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:32

Zakat Harus Jadi Bagian Solusi Kebangsaan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:27

Sudirman Said Dilamar Masuk Partai Gema Bangsa

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:01

Trump Ancam Kenakan Tarif ke Negara yang Tak Sejalan soal Greenland

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

Dirut Indonesia Air Transport Klarifikasi Kru Pesawat Bawa Pegawai KKP Hilang Kontak di Maros Bukan Delapan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

KKP Terus Monitor Pencarian Pesawat ATR 42-500 Usai Hilang Kontak

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:09

Ini Identitas dan Pangkat Tiga Pegawai KKP di Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Maros

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:48

Klarifikasi Menteri Trenggono, Pesawat ATR Sewaan KKP yang Hilang Kontak di Maros Sedang Misi Pengawasan Udara

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:37

Selengkapnya