Pasukan militer Amerika Serikat/Net
Presiden Joe Biden menegaskan sekali lagi bahwa keputusannya untuk menarik pasukan Amerika Serikat (AS) dari Afghanistan tidak akan berubah, meski telah terjadi peningkatan serangan dari Taliban.
Dalam sebuah pernyataan yang baru dikeluarkannya pada Sabtu (14/8), Biden menyoroti serangan Taliban yang menyerbu kota demi kota di Afghanistan.
"Satu tahun lagi, atau lima tahun lagi, kehadiran militer AS tidak akan membuat perbedaan jika militer Afghanistan tidak dapat atau tidak akan mempertahankan negaranya sendiri. Dan kehadiran Amerika tanpa akhir di tengah konflik sipil negara lain tidak dapat saya terima," tegas Biden, seperti dikutip New York Post.
Di tengah meningkatnya serangan Taliban, Biden dikritik karena dianggap terlalu cepat menarik pasukannya.
Kendati begitu, ia menekankan, tujuan AS melakukan invasi ke Afghanistan 20 tahun yang lalu telah rampung, yaitu memburu dalang peristiwa 9/11, Osama bin Laden yang terbunuh lebih dari satu dekade lalu.
"Namun 10 tahun kemudian, ketika saya menjadi presiden, sejumlah kecil pasukan AS masih tetap berada di lapangan, dalam bahaya," tambahnya.
Selain itu, Biden juga mencatat, selama lebih dari 20 tahun perang, AS telah menghabiskan hampir 1 triliun dolar AS dan memperlengkapi lebih dari 300.000 tentara dan polisi Afghanistan, serta mempertahankan angkatan udara mereka.
Terlebih, dengan kesepakatan yang dibuat pemerintahan mantan Presiden Donald Trump tahun lalu, Taliban berada dalam posisi terkuatnya.
“Oleh karena itu, ketika saya menjadi presiden, saya menghadapi pilihan, menindaklanjuti kesepakatan, dengan perpanjangan singkat untuk mengeluarkan pasukan kita dan pasukan sekutu kita dengan aman, atau meningkatkan kehadiran kita dan mengirim lebih banyak pasukan Amerika untuk berperang sekali lagi di konflik sipil negara lain,†jelas Biden.
"Saya adalah Presiden keempat yang memimpin kehadiran pasukan Amerika di Afghanistan, dua Republikan, dua Demokrat. Saya tidak akan, dan tidak akan, meneruskan perang ini ke presiden kelima," tegasnya.
Kirim 5.000 Pasukan untuk Evakuasi KedutaanBiden telah memberi perintah untuk mengerahkan 5.000 pasukan AS ke Afghanistan untuk mengamankan proses evakuasi warga dan personel kedutaan di Kabul.
Yang pertama, dari 3.000 marinir dan tentara yang menuju ke Kabul mulai tiba Jumat malam (13/8), dengan ketiga batalyon diharapkan tiba pada Minggu (15/8). Dua batalyon tambahan sedang dalam perjalanan ke Kuwait untuk melayani sebagai cadangan, tetapi laporan mengatakan setidaknya satu, dari Lintas Udara ke-82, diarahkan langsung ke Kabul.
Dari laporan
CBS News, kedutaan akan dievakuasi dalam waktu 72 jam.
Dutabesar Tracey Jacobson, seorang pejabat dinas luar negeri karir, ditunjuk untuk memimpin upaya untuk memproses, mengangkut, dan merelokasi pemohon visa imigran khusus Afghanistan dan sekutu Afghanistan lainnya.