Berita

Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet Yellen/Net

Dunia

Utang Amerika Makin Meningkat, Menteri Ekonomi Janet Yellen Bakal Diutus Biden ke China?

SABTU, 14 AGUSTUS 2021 | 09:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah meningkatnya utang AS, muncul kabar bahwa Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet Yellen akan mengunjungi China dalam beberapa bulan mendatang.

Kabar itu pertama kali dilaporkan Bloomberg pada Kamis (12/8), mengutip sumber yang mengatakan bahwa rencana dari Departemen Keuangan AS tentang kunjungan ke Beijing itu masih dalam diskusi tahap awal. Jika kunjungan itu terjadi, Yellen kemungkinan akan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He, dan dia akan menjadi pejabat tertinggi Biden yang ditunjuk untuk mengunjungi China.

Menanggapi berita tersebut, juru bicara Departemen Keuangan AS, Lily Adams mengatakan bahwa tidak ada rencana bagi Yellen untuk melakukan perjalanan ke China dalam waktu dekat atau pada musim gugur ini (antara September-Desember).


Para ekonom di China telah menafsirkan potensi kunjungan Yellen tersebut sebagai petunjuk yang diberikan oleh pemerintah AS, bahwa pihaknya bersedia untuk meningkatkan komunikasi dengan China, meskipun pejabat AS berharap China akan mengambil inisiatif dan mengundang mereka untuk melakukan pembicaraan.

“AS mungkin ingin membahas landasan bersama ekonomi kedua negara dan melakukan beberapa kerja sama yang saling menguntungkan, terlepas dari kebisingan politiknya terhadap China,” kata Xi Junyang, seorang profesor di Universitas Keuangan dan Ekonomi Shanghai, seperti dikutip dari Global Times, Jumat (13/8).

Kecenderungan AS untuk meningkatkan komunikasi, dan mengatur ulang hubungan dengan China, muncul ketika pemerintahan Biden terlibat dalam tinjauan luas kebijakan terhadap China. Sementara itu, pemerintah AS juga menghadapi tekanan yang meningkat dari kalangan komersialnya untuk membalikkan kebijakan perdagangan dan teknologi yang tidak bersahabat terhadap China.

Menurut laporan media, lusinan kelompok bisnis AS baru-baru ini mendesak pemerintahan Biden untuk memulai kembali pembicaraan perdagangan China-AS dan memotong tarif impor barang-barang China, setelah mereka merasakan kerugian yang disebabkan oleh tarif tersebut pada bisnis mereka.

Pakar perdagangan di Akademi Ilmu Sosial China di Beijing, Gao Lingyun mengatakan bahwa salah satu masalah penting yang kemungkinan akan dibahas Yellen dengan pejabat China adalah meningkatnya utang AS, karena negara tersebut telah mencapai batas pinjaman federal dan berisiko mengalami kerugian.

“Karena kemungkinan default, investasi negara-negara luar negeri di AS tunduk pada ketidakpastian. Dalam keadaan ini, AS ingin China memberikan bantuan, seperti menyatakan kepercayaannya pada ekonomi AS atau terus membeli utang AS,” kata Gao.

Dari Maret hingga Mei, China mengurangi kepemilikan obligasi Treasury AS sebesar 26,2 miliar dolar AS. Negara-negara lain seperti Rusia dan Prancis mengambil langkah serupa dalam beberapa tahun terakhir.

“Sebagai imbalannya, AS kemungkinan akan melonggarkan kebijakan tarif impor. Ini dapat mencakup langkah-langkah untuk membebaskan lebih banyak produk dan perusahaan dari daftar tarif, atau menghapus tarif tersebut,” kata Gao.

Para ahli juga mencatat bahwa hasil pembicaraan Yellen akan memiliki pengaruh langsung pada pemilihan paruh waktu AS pada 2022.

“Jika pembicaraan mengarah pada langkah-langkah yang bermanfaat bagi ekonomi AS, seperti China berjanji untuk membeli sejumlah besar barang AS, itu akan menjadi bonus bagi Biden,” kata para ahli.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

UPDATE

KPK Tidak Ragu Tetapkan Yaqut Cholil Tersangka

Kamis, 08 Januari 2026 | 20:04

KPK Ultimatum Kader PDIP Nyumarno Hadiri Pemeriksaan

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:47

Wanita Ditembak Mati Agen ICE, Protes Meluas

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:43

Pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi Aria Dwi Nugraha Dicecar soal Aliran Uang Suap

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:31

Kader PDIP Nyumarno Mangkir dari Panggilan KPK

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:25

Akademisi UGM Dorong Penguatan Mata Kuliah Ekonomika Koperasi

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:19

Arab Saudi Klaim Pemimpin Separatis Yaman Selatan Melarikan Diri Lewat Somaliland

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:15

Presiden Prabowo Beri Penghargaan Ketua Umum GP Ansor

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:50

Istri Wawalkot Bandung Menangis di Sidang Praperadilan

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:45

Rizki Juniansyah Ngaku Tak Tahu Bakal Naik Pangkat Jadi Kapten TNI

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:32

Selengkapnya