Berita

Pasukan angkatan bersenjata Ethiopia/Net

Dunia

TPLF Berulah, PM Ethiopia Kerahkan Kekuatan Warga Sipil

RABU, 11 AGUSTUS 2021 | 10:31 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Ethiopia mengerahkan warga sipil untuk memperkuat pasukan angkatan bersenjata dalam melawan Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF).

Perdana Menteri Abiy Ahmed pada Selasa (10/8) mengeluarkan seruan bagi semua warga sipil yang memenuhi syarat untuk bergabung bersama angkatan bersenjata.

"Sekarang adalah waktu yang tepat bagi semua orang Ethiopia yang cakap dan cukup umur untuk bergabung dengan Pasukan Pertahanan, Pasukan Khusus, dan milisi, serta menujukkan patriotisme Anda," ujar kantor perdana menteri, seperti dikutip Al Jazeera.


Pengumuman Abiy merupakan sinyal berakhirnya gencatan senjata sepihak yang diumumkan pemerintahannya pada Juni, ketika militer Ethiopia mundur dari Tigray.

Pada November tahun lalu, Abiy mengirim pasukan ke Tigray untuk menggulingkan TPLF, partai yang mendominasi politik nasional selama hampir tiga dekade hingga 2018. Langkah itu diambil sebagai tanggapan atas serangan TPLF ke kamp-kamp tentara federal.

Namun setelah militer mundur dari Tigray, pasukan TPLF kembali merebut ibukota Mekelle, dan memperluas wilayah kekuasannya, ke Afar dan Amhara.

Pekan lalu, TPLF merebut kota Amhara, Lalibela, yang menjadi lokasi situs-situs bersejarah dan masuk daftar Situs Warisan Dunia UNESCO.

Seorang pejabat medis di Afar mengatakan, bentrokan antara TPLF dan pasukan keamanan membuat 12 orang meninggal dunia dan puluhan terluka.

Meningkatnya kekerasan membuat pemerintahan Abiy bersiap kembali melawan TPLF.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Indeks Kecakapan Bahasa Inggris di Indonesia Masih Rendah, Ini Sebabnya

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:16

Putusan Kasasi MA Sengketa Lahan Digugat, Prinsipal Lapor Badan Pengawas

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:53

KPK dan Polri Ternyata Lakukan Joint Investigation dalam OTT Bupati Muara Enim

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:44

Badak Kalimantan Terakhir di Alam Liar Segera Dievakuasi

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:16

Nadiem Kecewa Replik Jaksa Abaikan Fakta Persidangan

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:05

Budi Bantah Ditawari Jadi Menkeu: Sekarang Masih Menkes!

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:00

Citizen Lawsuit, Rangkap Jabatan Otto Hasibuan Digugat ke Pengadilan

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:52

DEN Ingatkan Risiko Inflasi Imbas Rupiah Melemah

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:45

Besok Prabowo ke Lampung, Tinjau RSUD Krui

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:36

Luhut: 80 Persen Data Pemerintah Sudah Terhubung Lewat GovTech Berbasis AI

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:21

Selengkapnya