Berita

Ketum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri/Net

Politik

Ganjar Ditegur Terbuka, Mega Tidak Ingin Posisi Puan Maharani untuk 2024 Diganggu

JUMAT, 06 AGUSTUS 2021 | 16:25 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sentilan Megawati Soekarnoputri hingga banyaknya baliho Puan Maharani dianggap sebagai sebuah pesan agar tidak ada yang berani menganggu nominasi pasangan presiden yang telah dipilih PDI Perjuangan.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy, Satyo Purwanto menanggapi adanya sentilan Megawati kepada Ganjar Pranowo dan banyaknya muncul baliho Puan Maharani.

"'Sentilan' Mega ke Ganjar seperti iklan rokok, dan kental anasir politisnya," ujar Satyo kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (6/8).


Secara tidak langsung kata Satyo, Mega tengah memberikan pesan kepada siapapun, khususnya kepada Ganjar yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah untuk nurut atas arahan dari DPP PDIP.

"Mungkin saja Mega secara tidak langsung mau bilang, 'kamu harus nurut, jika tidak mungkin saja banjir rob akan meluas bukan hanya di Semarang yang pusat kota pemerintahan tetapi Kantor Gubernur'," kata Satyo.

Apalagi kata Satyo, di beberapa daerah juga turut diramaikan dengan baliho Puan Maharani. Hal itu semakin menunjukkan pesan yang kuat dari Ketua Umum (Ketum) PDIP.

"Banyaknya baliho Puan bisa diartikan bahwa nominasinya jangan coba-coba di 'goyang' oleh nominator lainnya," pungkas Satyo.

Teguran disampaikan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri kepada Ganjar Pranowo.

Teguran disampaikan saat acara pelatihan mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami yang digelar DPP PDIP secara virtual, Rabu (4/7).

Mega mengaku sudah mengingatkan Ganjar soal tata kelola Pelabuhan Semarang serta potensi banjir rob. Peringatan tersebut bahkan telah disampaikan jauh-jauh hari sebelum Ganjar dilantik sebagai Gubernur Jateng.

"Dari awal kamu (Ganjar) saya jadikan (dicalonkan) Gubernur Jawa Tengah, kamu sudah pernah saya omongi urusan pelabuhan Semarang dan sebagainya," kata Mega dikutip dari channel YouTube PDI Perjuangan, Kamis (5/8).

Potensi banjir rob di Jawa Tengah penting untuk dicarikan solusi.

"Gimana tuh Semarang. Karena saya bilang, mengko yen wes enek rob nangis (nanti kalau sudah ada banjir rob nangis)," tambah Mega.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Matador Pulangkan Belgia di Menit Akhir

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:14

Pengadaan Batu Bara Belum Tentu Penyebab Blackout Sumatera

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:05

Ijazah Asli Jokowi Dipastikan Sama seperti Unggahan Dian Sandi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:45

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Jampidsus Febrie Resmi Mundur

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:23

Antara VAR dan Tuduhan Argentina Anak Emas FIFA

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:02

Pemerintah Dukung Kortastipidkor Usut Tuntas Perkara Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:35

Pernyataan Febrie Dinilai Upaya Kendalikan Narasi di Tengah Deretan Fakta

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:33

Demo Copot Jampidsus Febrie

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:24

Akademisi University Swedia Teliti Penanggulangan Bencana PMI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:11

Selengkapnya