Berita

Dari kiri ke kanan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, anggpta DPR RI dari PDIP Effendy Simbolon, politisi Partai Gerindra Arief Poyuono, dan Presiden Joko Widodo/RMOL

Politik

Kritik Anak Buah Megawati pada Jokowi Menampar Muka Sendiri

KAMIS, 05 AGUSTUS 2021 | 16:53 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Apapun yang dikerjakan oleh Presiden Joko Widodo yang dibantu Menko Maritim dan Investasi Luhut B. Pandjaitan adalah implementasi dari visi dan misi PDI Perjuangan yang dipimpin Megawati Soekarnoputri.

Dengan demikian, kritik yang disampaikan anggota DPR RI dari PDIP Effendy Simbolon  dan Masinton Pasaribu terhadap Presiden Jokowi beberapa waktu lalu sesungguhnya adalah tamparan bagi muka mereka sendiri.

Politisi Partai Gerindra Arief Poyuono mengingatkan bahwa visi dan misi partai banteng telah dimasukan dalam janji-janji kampanye Jokowi, dan kemudian dilanjutkan dalam program-program pemerintahan Jokowi.


“Artinya kalau mereka mengkritik Jokowi dan Luhut sama saja tidak punya komitmen yang kuat mendukung Jokowi,” ujar Arief Poyuono dalam perbincangan dengan Redaksi Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Kamis, 5/8).

“Atau kritik mereka menandakan sudah mulai pupusnya dukungan PDI Perjuangan kepada pemerintahan Jokowi,” sambungnya.

Bila memang demikian keadaannya, sambung anak buah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ini, Jokowi harus siap-siap ditinggalkan oleh Megawati dan PDIP.

Di sisi lain, Arief Poyuono juga membandingkan respon yang diberikan Luhut B. Pandjaitan terhadap kritik yang diarahkan kepadanya.

“Kalau yang kritik PDIP, Luhut masih mikir untuk ngancam-ngancam atau gertak sambel kali ya. Beda kalau kubu SBY atau oposisi yang mengkritik, pasti dia marah besar,” ujar Arief Poyuono.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya