Berita

Perenang Amerika Serikat, Lily King/Net

Olahraga

Kritik Pedas Atlet Renang AS Lilly King untuk Rusia

SENIN, 02 AGUSTUS 2021 | 12:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perenang Amerika Serikat peraih medali perak dan perunggu di Olimpiade Tokyo, Lilly King, melontarkan kritik pedas terhadap atlet asal Rusia.

Dia mengatakan, atlet Rusia seharusnya tidak berada di ajang Olimpiade mengingat skandal doping yang pernah membelit negara itu.

“Ada banyak orang di sini yang seharusnya tidak berada di sini,” kata King, seperti dikutip dari 9News, Senin (2/8).


Pernyataan King menggandakan kritik yang sebelumya dilontarkan Ryan Murphy, perenang AS lainnya yang minggu ini tampaknya membidik negara yang telah berulang kali melanggar aturan doping tersebut.

“Saya tidak berlomba dengan siapa pun dari negara yang seharusnya dilarang dan malah mendapat tamparan serta mengganti nama bendera nasional mereka,” katanya, merujuk pada pelarangan nama Rusia di ajang Olimpiade Tokyo 2020.

“Jadi, saya pribadi tidak terpengaruh. Tapi Ryan,” ujarnya.

Sebelumnya Murphy mengeluh pada hari Jumat bahwa lomba yang diikutinya 'mungkin tidak bersih' setelah hanya berhasil meraih medali perak di belakang perenang Rusia Evgeny Rylov dalam gaya punggung 200 meter. Itu terjadi tiga hari setelah dia finish di belakang Rylov dan pemain Rusia lainnya, Kliment Kolesnikov, di urutan ke-100.

Namun, kemudian Murphy mengatakan pada Sabtu (31/7), bahwa komentar itu tidak ditujukan pada Rylov tetapi dimaksudkan untuk mengatasi kecurigaan doping di seluruh olahraga.

"Saya pikir semuanya pasti, mereka pasti diambil sedikit berbeda dari pertanyaan yang saya ajukan," katanya.

"Saya ditanya pertanyaan tentang doping dan renang dan saya menjawab dengan jujur. Saya pikir ada doping dalam renang,” lanjut Murphy.

Rusia terungkap telah berbuat curang dengan meluncurkan program besar-besaran yang disponsori negara untuk menghindari pengujian doping menjelang Olimpiade Musim Dingin Sochi 2014 lalu. Sebagai hukuman, negara itu dilarang menggunakan nama negara, bendera dan lagu kebangsaan di ajang Olimpiade dan acara olahraga besar lainnya setelah kasusnya diseret secara hukum ke Badan Anti-Doping Dunia.

Hingga saat ini Rusia telah memenangkan 44 medali di Tokyo, 12 di antaranya emas.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya