Berita

Aksi protes menolak pemberlakuan izin kesehatan Covid-19 sebagai syarat akses fasilitas publik di Prancis/Net

Dunia

Protes Anti-Paspor Covid Masuki Akhir Pekan Ketiga, Ribuan Warga Prancis Tuntut Kebebasan

MINGGU, 01 AGUSTUS 2021 | 06:19 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Aksi protes menolak paspor Covid di Prancis sudah memasuki pekan ketiga, yang dilakukan setiap akhir pekan.

Pada Sabtu (31/7), ribuan orang menggelar protes di Paris dan sejumlah kota lainnya. Jumlah demonstran terus bertambah sejak dimulainya protes. Beberapa bahkan menggemakan gerakan "rompi kuning" yang dimulai pada akhir 2018 untuk menentang pajak bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.

Namun saat ini, para demonstran menyuarakan penolakan atas izin kesehatan Covid-19 atau dikenal paspor Covid-19 sebagai syarat wajib untuk masuk ke fasilitas publik.


Seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri mengungkap, 204.090 orang di seluruh Prancis telah berpartisipasi di seluruh negeri, dengan 14.250 di antaranya di Paris. Jumlah tersebut bertambah sekitar 40 ribu dari pekan lalu.

"Tidak dapat dipercaya untuk melakukan ini di negara HAM. Jadi saya turun ke jalan, saya tidak pernah protes sebelumnya. Saya pikir kebebasan kita dalam bahaya," ujar Anne, seorang demonstran, seperti dimuat Reuters.

Para pengunjuk rasa juga keluar di kota-kota lain seperti Marseille, Lyon, Montpelier, Nantes dan Toulouse. Mereka meneriakkan "Kebebasan!" dan "Tidak untuk izin kesehatan!".

Sebanyak 3.000 petugas polisi dikerahkan ke ibukota, dengan petugas anti huru hara berusaha menjaga ketertiban selama protes.

Namun seorang jurubicara polisi mengatakan, para demonstran melukai tiga petugas polisi di Paris. Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin juga mengatakan 19 demonstran ditangkap, termasuk 10 di Paris.

Parlemen Prancis sendiri telah menyetujui UU yang akan mewajibkan vaksinasi bagi petugas kesehatan dan memperluas izin kesehatan sebagai syarat masuk ke bar, restoran, museum, bioskop, pameran, kereta api, hingga rumah sakit.

Para pengunjung hanya bisa masuk dengan menunjukkan kartu kesehatan yang menunjukkan bahwa mereka telah divaksinasi Covid-19 atau memiliki hasil tes negatif Covid-19.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya