Berita

Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Airlangga Hartarto/Ist

Nusantara

Apresiasi Gebrak Covid-19, Airlangga Hartarto: Penanganan Pandemi Perlu Kerjasama Semua Pihak

SABTU, 31 JULI 2021 | 01:18 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Guna mengantisipasi dan menekan penularan, percepatan vaksinasi terus dilakukan untuk segera mencapai target herd immunity 70 persen pada akhir tahun ini.

Sesuai target dari Presiden Joko Widodo, jumlah yang divaksinasi akan ditingkatkan dari 1 juta menjadi 2 juta per hari agar target herd immunity itu bisa dicapai.

Hal ini disampaikan Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Airlangga Hartarto, saat mengapresiasi keterlibatan Universitas Airlangga Surabaya dalam menangani pandemi Covid-19 melalui Gerakan Aksi Bersama Serentak Tanggulangi Covid-19(Gebrak Covid-19) dan inisiatif Vaksin Merah Putih.


"Rekomendasi yang disusun oleh Forum Gurubesar Fakultas Kedokteran dari Universitas Airlangga telah saya perhatikan dan telah saya baca, baik dari hulu sampai ke hilir, mengenai tenaga kesehatan maupun ketersediaan obat," ucap Airlangga dalam acara "Dari Airlangga untuk Indonesia" yang diselenggarakan Universitas Airlangga, Jumat (30/7).

Gebrak Covid-19 ini diperlukan untuk mengingatkan kepada seluruh stakeholder bahwa penanganan Covid-19 harus ditekan, diselenggarakan, dirasakan, dan sangat berpengaruh terhadap masyarakat.

Ditambahkan Airlangga, upaya penanganan pandemi Covid-19 memerlukan kerjasama semua pihak. Tidak hanya pemerintah namun juga keterlibatan masyarakat, swasta, para ahli termasuk para ahli kesehatan.

"Saya atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih atas rekomendasi yang telah dirumuskan oleh berbagai pihak dan diharapkan dapat bermanfaat terutama dalam penanganan pandemi dan pemulihan perekonomian tanah air," katanya.

"Salam sehat, optimis, tabah dan kolaborasi!" tutup Airlangga Hartarto.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya