Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Arab Saudi Buka Perbatasan, Turis Asing yang Sudah Divaksin Dipersilakan Masuk

JUMAT, 30 JULI 2021 | 11:37 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Setelah 17 bulan menutup diri karena pandemi Covid-19, Arab Saudi akhirnya akan membuka kembali perbatasannya untuk turis asing.

Pemerintah Arab Saudi mengumumkan, turis asing yang sudah divaksinasi Covid-19 secara penuh akan diizinkan masuk mulai Minggu (1/8).

"Kementerian Pariwisata mengumumkan bahwa Kerajaan akan membuka pintunya bagi turis asing, dan mencabut penangguhan masuk bagi pemegang visa turis," lapor Saudi Press Agency (SPA) pada Jumat (30/7).


Meski begitu, Arab Saudi belum mengumumkan pencabutan pembatasan untuk umrah dan haji.

Adapun vaksin yang diakui oleh kerajaan adalah Pfizer-BioNTech, AstraZeneca, Moderna, dan Johnson&Johnson. Mereka yang telah divaksinasi dengan vaksin Covid-19 merek itu bisa memasuki Arab Saudi tanpa perlu karantina dengan menunjukkan hasil tes PCR negatif yang diambil 72 jam sebelum kedatangan, serta mendaftarkan diri ke otoritas kesehatan.

Sebelum pandemi melanda, Arab Saudi tengah membangun sektor pariwisatanya sebagai upaya diversifikasi dari sektor minyak yang menjadi penyumbang utama ekonomi kerajaan.

Miliaran dolar telah digelontorkan Arab Saudi untuk membangun industri pariwisata. Kerajaan yang awalnya tertutup juga mulai mengeluarkan visa turis untuk pertama kalinya pada 2019.

Dari September 2019 hingga Maret 2020, Kerajaan sudah mengeluarkan 400 ribu visa turis.

Namun situasi pandemi Covid-19 menghancurkan momentum penting tersebut. Arab Saudi terpaksa menutup perbatasan dengan ketat, menghentikan umrah sementara dan membatasi haji.

Saat ini Arab Saudi berupaya mempercepat vaksinasi untuk menghidupkan kembali pariwisata. Sejauh ini sebanyak 26 juta suntikan telah diberikan.

Hingga saat ini, Arab Saudi telah mendaftarkan lebih dari 523.000 kasus Covid-19, dengan 8.213 kematian.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya