Berita

Seorang perwira penghubung Korea Selatan berbicara dengan rekan Korea Utaranya di biro Seoul dari kantor penghubung bersama mereka pada 27 Juli 2021/Yonhap

Dunia

Jalur Komunikasi Dipulihkan, Korut-Korsel Siapkan Konferensi Virtual?

KAMIS, 29 JULI 2021 | 17:13 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Hubungan antara Korea Selatan dan Korea Selatan kembali menghangat baru-baru ini. Kedua negara kembali membangun komunikasi dengan memulihkan empat hotline yang sempat terputus selama hampir 14 bulan terakhir, pada Selasa (27/7).

Pasca pemulihan hotline tersebut, kini Korea Selatan kabarnya berencana menggunakan jalur komunikasi yang dipulihkan itu untuk membahas cara-cara mengadakan pembicaraan virtual antar-Korea di tengah pandemi Covid-19.

Kabar itu dikemukakan oleh seorang pejabat dari Kementerian Unifikasi Korea Selatan yang namanya tidak disebutkan, sebagaimana dimuat Yonhap.


"Mengingat keadaan khusus pandemi virus corona, kami berencana untuk berdiskusi dengan Korea Utara mengadakan konferensi virtual, atau cara aman untuk mengadakan pembicaraan langsung, sehingga jalur komunikasi antar-Korea yang dipulihkan dapat mengarah pada dimulainya kembali pembicaraan," kata pejabat anonim itu.

Meski begitu, dia menambahkan bahwa Korea Selatan saat ini tidak memiliki rencana untuk membantu Korea Utara dalam menyiapkan fasilitas dan peralatan yang diperlukan untuk konferensi virtual.

Pejabat yang sama menjelaskan bahwa pejabat di kedua Korea telah mengadakan panggilan telepon rutin pada pukul 9 pagi dan 5 sore melalui jalur penghubung antar-Korea yang dipulihkan itu. Meski begitu, kedua belah pihak masih belum membahas agenda khusus.

Akan tetapi, perlu menjadi catatan bahwa kabar ini masih belumm mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak terkait.

Bahkan sehari sebelumnya (Rabu, 28/7), kantor Presiden Korea Selatan Moon Jae-in menolak sebuah laporan berita yang menyebut. bahwa kedua Korea sedang dalam pembicaraan untuk mengatur pertemuan puncak lainnya dan mengatakan bahwa belum ada diskusi mengenai kontak tatap muka atau pembicaraan virtual.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya