Berita

Presiden terpilih Iran Ebrahim Raisi/Net

Dunia

Senator Republik Kirim Surat ke Biden, Desak Larangan Visa untuk Ebrahim Raisi Jelang Majelis Umum PBB

KAMIS, 29 JULI 2021 | 11:18 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sejumlah Senator Republik di Amerika Serikat (AS) mendesak Presiden Joe Biden mengeluarkan larangan visa bagi Presiden terpilih Iran, Ebrahim Raisi, untuk menghadiri Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Desakan itu disampaikan melalui surat yang ditulis oleh Senator Tom Cotton, Ted Cruz, Chuck Grassley, Rick Scott, Marco Rubio, dan Marsha Blackburn kepada Biden pada Selasa (27/7).

Para senator menyebut Raisi merupakan pelanggar hak asasi manusia (HAM) yang secara konsisten mendukung hukuman tidak manusiawi terhadap rakyat Iran, seperti penyiksaan dan eksekusi.


"Ebrahim Raisi harus tetap dikenai sanksi berdasarkan UU Amerika Serikat. Jika Majelis Umum PBB mempertahankan rencananya saat ini untuk mengizinkan beberapa kehadiran langsung, Gedung Putih harus menolak Raisi dan visa para pemimpin Iran lainnya untuk hadir," tulis para senator, seperti dikutip Sputnik.

Sejauh ini Biden belum memberikan komentar atas permintaan dari para senator.

Raisi terpilih sebagai presiden Iran ke-13 dalam pemilu pada pertengahan Juni lalu. Ia dijadwalkan dilantik pada 5 Agustus.

Ia diduga menjadi bagian "Komite Kematian" yang kerap memerintahkan penangkapan dan eksekusi ribuan lawan politik.

Bukan kali pertama bagi AS menggunakan larangan visa bagi pejabat yang akan berpartisipasi dalam pertemuan PBB. Beberapa orang telah mengecam langkah AS karena melanggar Perjanjian Markas Besar PBB-AS pada 1947, di mana Washington harus mengizinkan pejabat asing masuk sebagai tuan rumah markas PBB.

"Otoritas federal, negara bagian atau lokal Amerika Serikat tidak akan memaksakan halangan apa pun untuk transit ke atau dari distrik markas perwakilan Anggota atau pejabat PBB," bunyi Bagian 11 dari perjanjian tersebut.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya