Berita

Pembatasan pergerakan di Vietnam/Net

Dunia

Corona Masih Mengamuk, Vietnam akan Perketat Pembatasan di Kota-kota Besar

KAMIS, 29 JULI 2021 | 06:18 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amukan virus corona atau SARS-CoV-2 masih terasa di Vietnam. Bahkan lonjakan kasus harian Covid-19 sudah melampaui 6.000 selama sepekan berturut-turut.

Situasi ini membuat pihak berwenang mengumumkan akan memperketat atau memperpanjang pembatasan pergerakan di kota-kota besar, seperti dimuat Channel News Asia.

Sejauh ini, pemerintah sudah memberlakukan pembatasan ketat pada sekitar sepertiga wilayah Vietnam, termasuk Ho Chi Minh City di bagian selatan dan Hanoi di bagian utara.


Ho Chi Minh City tampaknya akan memperpanjang periode jarak sosial selama 1-2 pekan setelah berakhir pada 1 Agustus nanti.

"Hanoi mungkin memberlakukan tindakan lebih ketat di daerah berisiko tinggi untuk memerangi wabah yang lebih ganas," ujar ketua kota, Chu Ngoc Anh pada Rabu (28/7).

Meningkatnya kasus Covid-19 membuat Majelis Nasional memutuskan untuk mempersingkat pertemuan di Hanoi selama tiga hari yang berakhir pada Rabu.

Bahkan lokasi pertemuan telah diisolasi, sementara jurnalis melakukan tes karena ditemukan kasus Covid-19.

Vietnam menjadi satu dari sedikit negara yang berhasil mengendalikan Covid-19 pada awal pandemi. Tetapi lonjakan kasus terjadi pada akhir April.

Pada Rabu saja, Vietnam mencatat 6.559 kasus Covid-19, sehingga totalnya menjadi lebih dari 120 ribu kasus Covid-19 secara nasional.

Di sisi lain, data resmi menunjukkan, hanya sekitar 450 ribu orang dari total 98 juta penduduk Vietnam yang sudah divaksinasi lengkap. 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya