Berita

Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto/Net

Publika

Prabowo dan Pandemi Covid-19

KAMIS, 29 JULI 2021 | 05:52 WIB

PANDEMI Covid-19 adalah ujian bagi calon presiden 2024. Pandemi bisa dilihat oleh masyarakat sebagai panggung politik untuk menunjukkan kapasitas mereka sebagai pemimpin berikutnya.

Berbagai tokoh dan elite politik, baik di legislatif maupun di eksekutif (lokal dan nasional) berlomba menunjukkan kinerja dan kemampuan terbaiknya dalam membantu rakyat kecil yang paling merasakan dampak dari ganasnya wabah virus Covid-19.

Tentu banyak kritikan adanya aroma pencitraan politik. Tetapi sebenarnya ada juga yang wajar dan tulus. Salah satu kriteria yang bisa dipakai untuk menilai hal tersebut adalah dari pikiran, ucapan dan tindakan dari tokoh yang bersangkutan.


Salah satunya datang dari Prabowo Subianto.

Di masa pandemi Covid-19, Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto punya konsistensi dan sinkronisasi yang tinggi antara pikiran, ucapan, dan tindakannya terhadap penanganan Covid-19 di Indonesia.

Pikiran

Prabowo adalah salah satu tokoh yang punya pemikiran optimistis bahwa Indonesia bisa menghadapi pandemi Covid-19 sebagaimana yang selalu digaungkan oleh Presiden Jokowi.

Dalam berbagai kesempatan, Menhan RI ini senantiasa menunjukkan dan membangun rasa percaya diri (confidence building measure) bahwa Indonesia akan mampu menghadapi badai virus Covid-19. Prabowo selalu menekankan agar masyarakat tidak panik, mengurangi mobilitas dan percaya pada imbauan pemerintah.

Ucapan

Sejalan dengan pemikiranya, Prabowo juga konsisten dengan ucapannya. Dalam sebuah diskusi virtual 9 Juli 2021, misalnya, Prabowo juga mengatakan agar semua pihak tetap kompak dalam menghadapi pandemi Covid. Sebab saat ini varian virus delta semakin meresahkan dan dibutuhkan kerja sama yang baik.

"Kita harus waspada dan kompak. Untuk itu kita harus meninggalkan adanya perbedaan pandangan, jangan menghujat siapa pun, mengkritik dengan cara yang  baik, juga membangun suatu ketenangan dan kekompakan," kata Prabowo Subianto.

Tindakan

Sebagai Menhan, Prabowo Subianto berinisiatif menjadikan dua fasilitas Badiklat Kemenhan di Pondok Labu, Jakarta Selatan, sebagai rumah isolasi mandiri pasien Covid-19.

Dua fasilitas Kemenhan itu yakni Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pertahanan (Pusdiklat Jemenhan Badiklat Kemhan) dan Pusdiklat Bahasa (Pusbahasa) Badiklat Kemenhan di Pondok Labu, Jakarta Selatan.

Dua tempat itu akan dijadikan rumah sakit satelit untuk membantu RS Suyoto menangani pasien Covid-19. Dalam kapasitasnya sebagai pembantu Presiden RI, Prabowo mampu mengoptimalkan kapasitas dan potensi dimiliki kementeriannya untuk membantu masyarakat di tengah badai pandemi.

Tentu saja ada tokoh dan elite politik lainnya, baik DPR, menteri, kepala daerah yang punya integritas tinggi untuk membantu masyarakat yang terimbas oleh pandemi saat ini. Tetapi Prabowo Subianto dinilai merupakan sosok yang paling sinkron dan konsisten dari pikiran, ucapan, dan tindakannya di masa pandemi Covid-19 sekarang ini.

Wajar, tidak berlebihan dan tidak selalu untuk diperlihatkan di medsos.

Igor Dirgantara
Direktur Survey and Polling Indonesia (SPIN)

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya