Berita

Kuasa Usaha Kedubes Peru, Francisco Gutierrez Figueroa menyampaikan sambutannya pada perayaan 200 tahun kemerdekaan Peru di Kedubes Peru, Jakarta pada Rabu, 28 Juli 2021/RMOL

Dunia

Perayaan Dua Abad Kemerdekaan Peru di Jakarta Dimeriahkan Tiga Tarian Tradisional

RABU, 28 JULI 2021 | 23:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebuah perayaan sederhana namun khidmat digelar untuk memperingati 200 tahun kemerdekaan Peru oleh Kedutaan Besar Republik Peru di Jakarta.

Situasi pandemi Covid-19 membuat perayaan tersebut harus dilakukan secara virtual dari Kedubes Peru di Jakarta pada Rabu sore (28/7).

Acara dibuka dengan lagu kebangsaan Peru, Himno Nacional del Peru, dan Indonesia Raya. Lalu disusul dengan sambutan dari Kuasa Usaha Kedubes Peru, Francisco Gutierrez Figueroa.


"Hari ini, 28 Juli, Republik Peru memperingati 200 tahun kemerdekaan. Kami melakukannya di tengah situasi yang menantang, tidak terduga, dan belum pernah terjadi sebelumnya yaitu pandemi Covid-19," ujarnya.

Lewat sambutannya, Gutierrez Figueroa mengatakan deklarasi kemerdekaan Peru pada 1821 merupakan peristiwan penting dalam sejarah Amerika, yang menjadi awal bagi hilangnya kolonialisme Spanyol di benua itu.

Setelah 200 tahun berlalu, Peru terus menghormati peristiwa tersebut dan berusaha untuk menata masa depannya.

Dalam perayaan tersebut, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati juga ikut memberikan sambutannya.

"Atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia, saya ingin menyampaikan doa dan harapan untuk kemakmuran Republik Peru serta kesejahteraan rakyatnya," ucapnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan selamat atas suksesnya pemilu Peru pada 6 Juni 2021. Ia berharap dengan pemerintahan baru, hubungan Peru dan Indonesia yang sudah terjalin selama 46 tahun dapat lebih baik.

Kedubes Peru kemudian menyuguhkan tiga tarian tradisional, yaitu El Condor Pasa, Valicha dan Cilulo. Acara ditutup dengan persembahan lagu dari siswa-siswa SDN 02 Menteng, Jakarta Pusat.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya