Berita

Kementerian Luar Negeri Kuba mengatakan bahwa serangan itu menyebabkan kerusakan serius tetapi tidak ada cedera pada staf diplomatik/Twitter

Dunia

Kedubes Kuba Di Paris Diserang Bom Molotov

SELASA, 27 JULI 2021 | 22:45 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Serangan bom bensin atau molotov terjadi di gedung Kedutaan Besar Kuba di Paris pada hari ini (Selasa, 27/7).

Melalui akun Twitter resmi, Kementerian Luar Negeri Kuba mengatakan bahwa serangan itu menyebabkan kerusakan serius tetapi tidak ada cedera pada staf diplomatik.

Mereka juga mempublikasikan foto tentang kerusakan gedung dan mengecam serangan itu.


Sejauh ini, pihak Kedubes Kuba di Paris atau otoritas terkait belum menyebut siapa yang dianggap bertanggung jawab.

"Mereka yang bertanggung jawab langsung atas tindakan ini adalah mereka yang menghasut kekerasan dan kebencian terhadap negara kita," begitu keterangan Kementerian Luar Negeri Kuba di Twitter.

Sementara itu, sumber polisi mengatakan kepada Reuters bahwa penyelidikan sedang berlangsung. Motif di balik serangan itu pun masih belum diketahui.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya