Berita

Wakil Kepala Perwakilan KBRI Seri Begawan, Irwan Iding ketika bertemu CEO Brunei Fertilizer Industries (BFI), Mohammad S. Baderkhan di Sungai Liang Industrial Park, Kuala Belait, Brunei pada Selasa, 27 Juli 2021/Ist

Dunia

KBRI Seri Begawan Promosikan Kapal Angkut Indonesia Untuk Industri Pupuk Brunei

SELASA, 27 JULI 2021 | 21:56 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki peluang untuk memasarkan dan menyewakan berbagai peralatan seperti kapal angkut.

Peluang itu berhasil dijajaki oleh Kedutaan Besar RI (KBRI) di Bandar Seri Begawan. Saat ini perwakilan Indonesia itu tengah mengupayakan kerjasama dengan industri pupuk Brunei Darussalam.

Wakil Kepala Perwakilan KBRI Seri Begawan, Irwan Iding mengatakan pihaknya telah bertemu dengan CEO Brunei Fertilizer Industries (BFI), Mohammad S. Baderkhan di Sungai Liang Industrial Park, Kuala Belait, Brunei pada Selasa (27/7) untuk membahas penyewaan kapal angkut Indonesia.


"(Terdapat) peluang memasarkan peralatan maritim seperti fender, buoys, dan penyewaan kapal laut angkut terkait dengan rencana pengoperasian pelabuhan ekspor yang dimiliki Brunei Fertilizer Industries," ujar Irwan Iding dalam keterangan tertulis KBRI yang diterima redaksi.

Tawaran dari Indonesia itu muncul setelah pihak BFI menyampaikan bahwa sejumlah peralatan yang telah dipesannya dari berbagai negara belum terkirim dan mengalami penundaan karena pandemi.

"Untuk kebutuhan peralatan produksi, kami dapat merekomendasikan perusahaan-perusahaan Indonesia yang diperlukan BFI ke depannya," tambah Irwan Iding.

Badekhan sendiri mengapresiasi respons baik atas kunjungan dan tawaran kerjasama dari pihak KBRI Bandar Seri Begawan.

Ia juga menawarkan suplai pupuk urea untuk Indonesia dalam pengembangan program ketahanan pangan lantaran produksi akan dimulai pada akhir tahun ini.

BFI sendiri merupakan perusahaan yang dibangun sejak 2018 di lahan seluas 55 hektar yang dilengkapi dengan On-Shore Port, pelabuhan khusus untuk mengekspor pupuk urea ke berbagai negara dan direncanakan ekspor perdana pada akhir 2021 dengan kapasitas produksi 1,3 juta ton per tahun.

Pabrik ini sepenuhnya dimiliki oleh pemerintah Brunei dan merupakan bagian dari upaya diversifikasi ekonomi Brunei, khususnya di sektor industri hilir migas.

Pabrik ini akan menjadi salah satu terbesar di Asia Tenggara dan bagian dari proyek besar migas hilir di Brunei, selain Brunei Methanol Industry dan Refinery Oil.

Di samping itu, BFI juga memiliki puluhan karyawan asal Indonesia yang tidak menutup kemungkinan akan terus bertambah.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya