Berita

Ilustrasi ICW/Net

Politik

Indeks 98: ICW Jangan Jadi Lembaga Cocoklogi

SELASA, 27 JULI 2021 | 12:39 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Direktur Eksekutif Indeks 98 Wahab Talaohu mengkritik Indonesia Corruption Watch (ICW) yang dinilai telah menebar keresahan di masyarakat dengan menuduh Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko punya relasi dengan produsen obat Ivermectin, PT Harsen Laboratories.

“ICW jangan jadi lembaga penebar keresahan publik. Karena argumentasi yang katanya dari hasil penelitian ternyata hanya logika cocoklogi saja. Sebab tidak berdasar fakta, tidak punya alat bukti dan telah melanggar kaidah-kaidah penelitian ilmiah," tegas Wahab kepada wartawan, Selasa (27/7).

Wahab menjelaskan, ICW terlalu memaksakan fakta atau data yang sesungguhnya tidak punya keterkaitan sama sekali dengan Moeldoko.

Bahkan sebenarnya ICW sendiri telah mengugurkan fakta atau hasil penelitian yang dibuatnya sendiri.

“Jadi ini lucu, ICW yang punya kredibilitas sebagai lembaga penelitian justru mengunakan metode yang bertentangan dengan metode penelitian ilmiah. ICW mengunakan metode cocoklogi dimana argumentasi yang dibangun bukan berdasar fakta dan data tapi lewat mencocok-cocokan lalu membangun narasi seakan-akan ada bubungan kausalitas,” ujarnya.

Pihaknya mencontohkan logika cocoklogi ala ICW yang tidak merujuk pada sumber primer yakni dokumen yang punya kekuatan da keabsahan hukum.

Salah satunya, peneliti ICW Egi Primayoga menyebut adanya dugaan PT Harsen Laboratories memiliki hubungan dengan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

“Ini buktinya, di mana sudah jelas bahwa Sofia Koswara bukan bagian dari PT Harsen Laboratories dan tidak punya kontrol atas perusahaan karena tidak ada dalam akta perusahaan. Tapi ICW justru lebih percaya pada sumber yang salah karena tidak merujuk pada dokumen hukum,” terangnya.

Wahab menjelaskan, secara hukum Sofia Koswara tidak punya hubungan dengan PT Harsen Laboratories, maka tidak dapat bertindak atas nama atau mewakili PT Harsen Laboratories dalam berkomunikasi atau bahkan membangun Kerjasama bisnis dengan pihak lain.

“Sofia Koswara jelas-jelas bukan bagian dan tidak punya hubungan dengan PT Harsen Laboratories. Secara kebetulan Sofia Koswara punya saham di PT Noorpay bukan berarti serta-merta ada Kerjasama antara PT Harsen Laboratories dengan PT Noorpay. Ini logika cocoklogi, terlalu dipaksakan dan tidak berdasar pada data dan fakta,” urainya.

Wahab juga mengungkap kejanggalan lain dari tuduhan ICW yaitu terkait dengan hubungan kerja sama antara Himpunan Kerukunan Tani Indonesia HKTI yang diketuai oleh Moeldoko dan PT Noorpay Perkasa untuk ekspor beras.

“Tuduhan ICW soal HKTI ekspor beras ini lebih ngawur lagi. Masa ICW tidak bisa membedakan antara organisasi bisnis dengan organisasi petani. HKTI didirikan sebagai wadah untuk membangun kemandirian dan kedaulatan petani Indonesia. Sehingga berbentuk perkumpulan yang bersifat sosial kemasyarakatan dengan substansi yang terdapat dalam AD/ART yaitu demi penguatan petani Indonesia dan tidak ada satu point pun yang menyatakan soal bisnis, jual-beli, atau bahkan ekspor beras,” bebernya.

Wahab menduga ICW sudah masuk angin karena sengaja menebar keresahan ditengah ikhtiar nasional dalam penanggulangan Covid 19. Iya menduga tuduhan ICW lebih bersifat pembunuhan karakter dengan motif tertentu.

“Saya khawatir ICW sudah masuk angin. Sengaja menebar polemik untuk mencipta keresahan publik lewat operasi character assassination dengan motif tertentu. Saya Cuma mau mengingatkan, ICW jangan genit dan tergoda rayuan kartel obat,” tandasnya.

Populer

Bikin Resah Nasabah BTN, Komnas Indonesia Minta Polisi Tangkap Dicky Yohanes

Selasa, 14 Mei 2024 | 01:35

Massa Geruduk Kantor Sri Mulyani Tuntut Pencopotan Askolani

Kamis, 16 Mei 2024 | 02:54

Ratusan Tawon Serang Pasukan Israel di Gaza Selatan

Sabtu, 11 Mei 2024 | 18:05

Siapa Penantang Anies-Igo Ilham di Pilgub Jakarta?

Minggu, 12 Mei 2024 | 07:02

KPK Juga Usut Dugaan Korupsi di Telkom Terkait Pengadaan Perangkat Keras Samsung Galaxy

Rabu, 15 Mei 2024 | 13:09

Alvin Lim Protes Izin Galangan Kapal Panji Gumilang

Sabtu, 11 Mei 2024 | 15:56

Aroma PPP Lolos Senayan Lewat Sengketa Hasil Pileg di MK Makin Kuat

Kamis, 16 Mei 2024 | 14:29

UPDATE

Dulu Berjaya Kini Terancam Bangkrut, Saham Taxi Hanya Rp2 Perak

Sabtu, 18 Mei 2024 | 08:05

Kementerian BUMN Rombak Susunan Direksi ID FOOD

Sabtu, 18 Mei 2024 | 07:47

Agar Ekonomi Indonesia di Triwulan II Tetap Tumbuh, DPR Ingatkan untuk Lakukan Hal Ini

Sabtu, 18 Mei 2024 | 07:35

Dukung Penuh Pengurus LP3KN, Menag RI Umumkan Rencana Kedatangan Paus Fransiskus

Sabtu, 18 Mei 2024 | 07:34

Iuran BPJS Tidak Berubah Meski Sistem Kelas Dihapus

Sabtu, 18 Mei 2024 | 07:14

Resmi, Massimiliano Allegri Bukan Lagi Pelatih Juventus

Sabtu, 18 Mei 2024 | 07:12

Ayah Mendiang Eki Doakan Pelaku Pembunuhan Vina Cirebon Segera Ditangkap

Sabtu, 18 Mei 2024 | 06:54

Hendropriyono Yakin Prabowo Lanjutkan IKN

Sabtu, 18 Mei 2024 | 06:35

Percetakan di Banda Aceh Meringis jadi Korban Janji Manis Caleg

Sabtu, 18 Mei 2024 | 06:16

Hendropriyono: Demokrasi Pancasila Tidak Mengenal Oposisi

Sabtu, 18 Mei 2024 | 05:55

Selengkapnya