Berita

Pengamat penerbangan Alvin Lie/Net

Nusantara

Alvin Lie: Jika PPKM Diperpanjang Lagi, Maskapai Sudah Siap PHK Besar-besaran

SELASA, 27 JULI 2021 | 08:54 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 oleh pemerintah menjadi tantangan besar bagi sektor penerbangan.

Pengamat penerbangan Alvin Lie bahkan memperkirakan akan ada banyak maskapai yang gulung tikar jika PPKM diperpanjang lagi.

"Gulung tikar semua itu. Hati ini saja, teman-teman arlines sudah menyatakan kalau diperpanjang lagi, mereka sudah siap PHK (pemutusan hubungan kerja) besar-besaran juga," ujar Alvin kepada Kantor Berita Politik RMOL pada Selasa (27/7).


Alvin mengatakan, insentif yang diberikan oleh pemerintah kepada sektor penerbangan tidak memiliki dampak besar. Retribusi yang diberlakukan pada akhir tahun hanya diberikan selama tiga bulan.

Sejauh ini, banyak maskapai penerbangan juga telah melakukan kebijakan pengurangan karyawan, termasuk Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Lion Air, hingga AirAsia.

Selain itu, ia juga menyoroti kebijakan pemerintah saat ini yang menurutnya seakan melarang orang naik pesawat. Alvin menilai, ada diskriminasi kebijakan terkait transportasi udara dengan transportasi lainnya.

Berdasarkan kebijakan pemerintah, penumpang pesawat diwajibkan menggunakan hasil tes Covid-19 PCR, sementara tes antigen tidak lagi diakui.

Padahal, tes antigen masih menjadi standar pemerintah, bahkan digunakan untuk transportasi darat dan air.

"Yang saya pertanyakan, kenapa hanya penerbangan? Kenapa darat, laut, penyeberangan tidak wajib PCR?" tanyanya.

"Kenapa tes antigen untuk udara tidak diakui? Kalau memang antigen tidak diakui, pemerintah jangan masukkan antigen ke dalam status testing dong," tuturnya.

Alvin menyebut, kebijakan ini sangat menghambat sektor penerbangan. Lantaran tes PCR membutuhkan waktu yang lebih lama, yaitu 6-8 jam. Sehingga mereka yang akan melakukan perjalanan mendesak akan kesulitan.

Selain itu, harga tes PCR juga lebih mahal, sekitar Rp 700-900 ribu. Bahkan jika dibandingkan dengan tiket beberapa rute penerbangan, harga tes PCR lebih mahal.

"Sangat mungkin jumlah penumpang merosot, terutama rute-rute jarak pendek, di bawah dua jam yang harga tiketnya juga kan di bawah Rp 1 juta," pungkasnya.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya