Berita

Salah satu tempat wisata di Pacet Kabupaten Mojokerto yang memasang bendera putih/Ist

Nusantara

Kibarkan Bendera Putih, Pelaku Pariwisata Mojokerto Ajukan 3 Tuntutan Kepada Pemerintah

SENIN, 26 JULI 2021 | 08:14 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, mulai memasang bendera putih di lokasi usaha mereka.

Aksi ini sebagai ungkapan menyerah sekaligus prihatin atas kondisi sektor pariwisata yang saat ini mati suri sejak pemerintah memberlakukan PPKM berkelanjutan.

Kebijakan PPKM yang bertujuan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 itu memang sangat berdampak terhadap penghasilan pedagang dan pelaku ekonomi kreatif di kawasan wisata Kabupaten Mojokerto.


Karena itu, para pelaku wisata di kawasan Pacet sepakat mengibarkan bendera putih di tempat-tempat wisata. Tujuannya tak lain untuk mengingatkan pemerintah tentang keterpurukan sektor pariwisata di Kabupaten Mojokerto.

“Mulai kemarin kami beserta teman-teman yang tergabung dalam penggerak wisata Mojokerto, dari Trawas, Pacet, Jatirejo, Trowulan dan Kemlagi. Kami memulai untuk memberikan secara seremonial bentuk keprihatinan kami atas matinya pendapatan kami hampir 1 bulan ini,” tutur aktivis penggerak wisata Mojokerto, Wiwit Haryono, di Jacuzzi, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Minggu (25/7).

Para pelaku ekonomi kreatif sektor pariwisata mengumandangkan aksi di jejaring sosial dengan beberapa tagar seperti #MengetukHatiBupati dan #MengetukPintuJokowi.

“Karena kami bagian dari masyarakat Indonesia yang amat sangat terdampak langsung secara ekonomi dari adanya kebijakan penutupan-penutupan usaha kami,” jelas Sarko, sapaan akrab Wiwit, dikutip Kantor Berita RMOLJatim.

Dijelaskan Sarko, ada tiga hal yang mendasari aksi pengibaran bendera putih ini. Salah satunya adalah habisnya uang tabungan para pedagang di sektor pariwisata.

“Barang dagangan kami juga rusak,” tegas Sarko.

Melalui aksi ini, para pelaku pariwisata dan ekonomi kretif di Kabupaten Mojokerto menyuarakan tiga tuntutan.

Pertama, mereka memita pemerintah memperhatikan kelompok masyarakat di sektor wisata yang terdampak langsung oleh penerapan PPKM.

Kedua, memberi kompensasi barang akibat penutupan total PPKM Darurat dan PPKM level 4.

Ketiga, adanya insentif pergantian gaji selama 1 bulan ini.

“Tuntutan kami pertama adalah mengetuk pintu para pejabat tinggi biar bisa memberikan support biar kami bisa melanjutkan kehidupan ini. Jaminan-jaminan pokok saja, untuk seluruh teman-teman yang terdampak kebijakan ini,” tegas Sarko.

Pengelola Wisata Air Panas Jacuzzi Pacet ini menilai, sejak pandemi Covid-19 merebak, para pelaku sektor pariwisata hanya bisa saling berbagi. Mereka saling bergotong-royong untuk melanjutkan kehidupan sehari-hari.

“Selama ini teman-teman hanya bisa berbagi. Apa yang kita punya, apa yang tersisa itu bisa berbagi untuk sesama. Karena ini sudah titik memprihatinkan, maka kami mencoba untuk mengetuk pintu hati para pejabat negeri ini,” tandasnya.

Selain memberikan masukan kepada pemerintah, di sisi lain kebijakan pengetatan prokes dan pembatasan jumlah pengunjung masih bisa diterima. Minimal para pelaku sektor pariwisata bisa bertahan.

“Untuk pembukaan ini kami sangat berharap karena apa? Sumber pendapatan kami adalah dari bukanya pariwisata dan berdagang ini. Kami siap kalau seperti kebijakan yang kemarin dibatasi kuota pengunjung dan prokes yang ketat itu akan lebih toleran kepada kami,” tutup Sarko.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya