Berita

Vaksin Covid-19/Net

Dunia

Didukung Aliansi Quad, India Akan Jadi Pusat Produsen Vaksin Covid-19, Mengalahkan China

MINGGU, 25 JULI 2021 | 17:09 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) mendorong agar India untuk mengerahkan sumber dayanya demi mengalahkan diplomasi vaksin China.

Dorongan itu akan disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken ketika melakukan kunjungan ke India pekan depan. Washington mengharapkan agar India kembali bangkit sebagai pengekspor vaksin dan memainkan peran kunci dalam perang melawan Covid-19.

Kunjungan Blinken ke India ditujukan untuk membahas persiapan pertemuan tingkat tinggi para pemimpin Quad dan pertemuan 2+2 antara AS dan India.


Pada Maret, para pemimpin Quad sendiri telah bertemu secara virtual. Dalam pertemuan, Presiden Joe Biden beserta rekan-rekannya menyusun rencana aksi untuk mempercepat produksi vaksin Covid-19, termasuk menjadikan India sebagai pusat produsen vaksin dunia, dengan AS dan Jepang memberikan dukungan keuangan.

Dikutip dari India Narrative pada Minggu (25/7), aliansi vaksin saat ini sangat penting karena vaksin buatan China terbukti telah gagal bekerja melawan Covid-19.

China telah mengekspor sekitar setengah miliar dosis vaksin Covid-19 ke lebih dari 30 negara, baik dalam bentuk kesepakatan pembelian maupun hibah bantuan kemanusiaan.

Di negara-negara yang menggunakan vaksin buatan China, terjadi lonjakan kasus Covid-19. Misalnya Thailand, Indonesia, Singapura, dan Filipina.

Alhasil, sejumlah negara mulai beralih untuk berlomba mendapatkan vaksin buatan Barat, seperti AstraZeneca, Moderna, dan Pfizer.

Dalam kesepakatan Quad, disebutkan bahwa United States Development Finance Corporation akan mendanai Biological E Ltd India untuk memproduksi setidaknya 1 miliar dosis vaksin Covid-19 pada akhir 2022. Vaksin yang akan diproduksi termasuk dosis tunggal Johnson & Johnson.

Sementara itu, Serum Institute of India juga telah mencapai kesepakatan untuk memproduksi vaksin Covid-19 Novavax.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya