Berita

Seniman Erros Djarot/Net

Publika

Erros Djarot Terpapar Covid-19 Dari Kontak Uang Kertas

MINGGU, 25 JULI 2021 | 06:31 WIB | OLEH: ILHAM BINTANG

ERROS terpapar Covid-19. Seniman dan politikus terkenal itu terpapar dari kontak dengan uang kertas.

“Asli. Saya tidak pernah ke luar rumah.  Tidak ada bertemu orang selain orang di rumah. Benar-benar saya kena karena sentuh uang kertas,” Erros meyakinkan dalam percakapan via ponsel Sabtu (24/7) petang.

Erros terpapar virus, 17 hari lalu. Sekarang sudah membaik. Ia mengaku, hanya lima hari  merasakan gejala tidak enak badan. Ia tidak mengalami gejala berat seperti batuk, pusing disertai sesak nafas, seperti yang dialami umumnya pasien yang terjangkit virus.


“Ini juga asli, saya hampir tidak merasakan apa-apa. Sebelumnya pun begitu. Makanya, heran juga hasil swab Antigen mendeteksi saya, positif,” sambung pria berkumis lebat yang 22 Juli kemarin menginjak usia 71 tahun.

Mengungsi di Puncak

Pemilik nama asli Soegeng Djarot itu lahir di Rangkasbitung, 22 Juli 1950. Dia anak kedua dari tiga bersaudara, pasangan Djarot Djojoprawiro dan Ennie Tanudiredja.

Belum sebulan, tepatnya 27 Juni lalu, Erros kehilangan adiknya Budi Djarot, yang terpapar Covid-19. Keadaan itu mengguncangnya. Sang adik, seperti ditulis di Instagramnya, adalah “Adikku, sobatku, kawan seperjuanganku.”

Selama percakapan Erros terus berpesan kepada masyarakat supaya berhati-hati. Ini serius. Mengingatkan semua teman. Supaya keluarga tingkatkan kewaspadaan.

“Anda juga. Hati-hati deh. Kita sudah pada tua. Virus ini gawat. Jangan main-main. Saya sudah kehilangan adik,” wanti-wanti seniman musik dan film, adik aktor ternama Slamet Rahardjo Djarot itu.

Tren Sekeluarga Terpapar

Erros benar. Banyak orang terjangkit virus dari kejadian sepele, tak terduga-duga. Hari- hari ini viral di media sosial, seorang pria tertular Covid-19 dari kontaknya dengan ballpoint.

Ballpoint?

Waktu mau vaksin, dia menggunakan ballpoint panitia untuk mengisi data. Setelah itu tangannya mengucek matanya yang gatal. Pria itu sebenarnya sudah merasakan firasat saat itu bakal kena. Apa yang dia lakukan tadi keliru.

Dan, benar. Dua hari kemudian dia demam dan sesak. Dalam testimoni videonya, dia juga menceritakan perjuangan kerasnya memperoleh rumah  sakit.

Di Jakarta, minggu lalu Gubernur DKI mengumumkan ada 1.900 pasien mengantre di lorong-lorong RS karena seluruh ruang perawatan penuh. Virus varian baru yang muncul sebulan terakhir ini memang ganas. Menurut ahli, virus telah bermutasi lebih ringan. Karena ringan, virus berukuran  sepermiliar meter itu semakin cepat menjangkau sasaran.

Hanya butuh waktu 5-10 detik menulari korban.  Kuat pula bertahan di udara (aerosol) selama 16 jam. Itu yang menyebabkan tren penularannya borongan, satu rumah atau satu keluarga. Satu kantor, juga bahkan satu kampung. Menambah kesulitan perawatan isolasi di rumah.

Karena alasan itu, antara lain, mendorong Erros memutuskan menyingkir  ke villanya di Gadog, Puncak, Jawa Barat.  Sebulan lalu. Tapi siapa sangka, justru di pengungsian itulah dia terpapar.

Padahal, menurut  sutradara film "Tjoet Nya' Dhien" itu boleh dibilang ia dan keluarganya hanya mengurung diri di dalam rumah selama   di Puncak.

Ihwal mengetahui dia terpapar secara kebetulan. Hari itu ia bermaksud ke Jakarta untuk berkonsultasi rutin dengan dokternya. Sang dokter sedang tidak enak badan. Ia menganjurkan sebelum bertemu Erros swab Antigen.

“Lha, hasil tes, ternyata saya positif. Istri juga,” cerita suami Dewi Triyadi Surianegara.

Erros penasaran. Dia pun mencoba tracing  sendiri. Mengingat-ingat kejadian seminggu atau sepuluh hari terakhir. Dugaanya kuat sumber  penularan berasal dari kontak dengan uang kertas. Hanya itu satu-satunya jejak dia.

“Saya pernah suruh pembantu  pergi belanja. Beli apa gitu. Mungkin di uang kembalian itu menempel virus,” duga  Erros.

Erros berusaha tenang selama  terpapar virus. Ia fokus mendekatkan diri kepada Tuhan, Sang Maha Pencipta. Dia memasrahkan diri saja. Ia haqul yakin Tuhan tidak akan memberi cobaan kepada ummatnya melebihi kemampuan memikul cobaan itu.

Ayah Banyu Biru dan Sekar Putih pun menjalani masa isolasi mandiri dengan membangun positive thinking. Ia menganggap mendapat kesempatan baik untuk beristirahat sejenak. Makan banyak, tidur cukup, dan minum obat serta vitamin. Obat cacing ivermectim, salah satunya.

“Alhamdulilah saya sudah pulih. Dewi juga sudah berangsur membaik,” ungkapnya.

Percaya obat cacing itu?

“Faktanya banyak yang sembuh karena minum obat itu. Minimal, kalau toh pun kena gejalanya tidak berat,” kata dia.”

Obat itu yang banyak saya bagikan ke teman-teman. Kebetulan saya pernah beli banyak. Selama pandemi ini kerja saya kayak relawan membantu teman-teman yang terdampak. Makanya lucu, malah saya yang kena,” tutup  Erros.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

UPDATE

Titik Terang di Beltim, PT Timah Diperbolehkan Beli Timah Rakyat

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:38

Mantri BRI Rela Terobos Kabut dan Jalan Terjal demi Jaga Asa Pelaku Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:21

Alunan Bella Ciao Iringi Pembubaran Demo BEM UI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:57

BEM UI: Kemerdekaan Indonesia Masih Semu

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:45

Serba-Serbi Demo, Intel Cegat Massa Tak Berseragam Merapat Barisan BEM UI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:39

Peringatan Dini BMKG Modal Penting Hadapi Karhutla

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:28

MES Siapkan Jurus Jadikan Indonesia Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:13

Budaya KKN dan Koncoisme Penghalang Cita-cita Merdeka

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:00

Waspada! El Nino Tahun Ini Lebih Kuat dari 2015

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:48

Said Abdullah: Rekam Jejak Destry-Aida Jadi Modal Pimpin BI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:38

Selengkapnya