Berita

Pelaksanaan vaksinasi di Jepara untuk masyarakat umum, sementara untuk pelajar dan remaja tertunda karena stok habis/RMOLJateng

Nusantara

Stok Menipis, Vaksinasi Bagi Ribuan Pelajar Dan Remaja Di Jepara Tertunda

JUMAT, 23 JULI 2021 | 14:34 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Target tinggi pemerintah pusat dalam program vaksinasi Covid-19 ternyata tak berjalan mulus di daerah. Salah satu penyebabnya adalah distribusi vaksin yang tidak lancar.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Vaksinasi untuk kalangan remaja dan pelajar di Jepara, terpaksa ditunda lantaran kehabisan stok vaksin Sinovac untuk usia 18 tahun ke bawah.

Bukan tanpa sebab. digenjotnya vaksinasi untuk kalangan lansia dan usia 18 ke atas di Kabupaten Jepara membuat stok vaksin Sinovac nyaris habis. Padahal vaksin Sinovac juga yang akan diberikan untuk anak-anak dan remaja.


Akibatnya, vaksinasi untuk ribuan pelajar dan anak usia remaja harus ditunda hingga stok vaksin baru tiba.

“Untuk saat ini, kami prioritaskan para lansia dan usia 18 ke atas. Sedangkan untuk usia remaja dan kalangan pelajar, kami menunggu stok berikutnya,” ujar Bupati Jepara, Dian Kristiandi, Jumat (23/7), dikutip Kantor Berita RMOLJateng.

Sementara itu, pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Jepara, terkait skenario vaksinasi pelajar, untuk menghindari terjadinya kerumunan.

“Bagaimana skenario vaksinasi pelajar, saya sudah perintahkan kepala dinas untuk mengaturnya,” tambah Dian.

Hingga kini, berdasarkan data Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten Jepara, stok vaksin Sinovac masih tersedia 609 Vial, atau 6.090 dosis. Sedangkan per 20 Juli lalu, stok vaksin Astrazeneca masih tersisa 21 Vial atau 210 dosis.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya