Berita

Jurnalis asal India, Danish Siddiqui tewas ketika meliput pertempuran antara pasukan Afghanistan dan Taliban di Kandahar/Net

Dunia

Taliban Bunuh Jurnalis Reuters, Tubuhnya Dimutilasi Sebelum Dipulangkan Ke India

RABU, 21 JULI 2021 | 12:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Seorang jurnalis foto asal India, Danish Siddiqui, harus meregang nyawa ketika meliput pertempuran antara pasukan Afghanistan dan Taliban di Provinsi Kandahar.

Jurnalis foto untuk Reuters itu dibunuh oleh Taliban ketika mereka menyerbu distrik Spin Boldak, Provinsi Kandahar, perbatasan Afghanistan dan Pakistan pada pekan lalu.

Menurut jurnalis Afghanistan sekaligus CEO Afghan Orban Weekly, Ahmad Lodin, mayat Siddiqui tidak dihormati dan dimutilasi ketika dibawa ke RS Mirwais, Kandahar pada Jumat (16/7) pukul 8.15 malam waktu setempat.


Dikutip Sputnik pada Rabu (21/7), sumber pemerintah India juga mengonfirmasi bahwa mayat Siddiqui telah diserahkan oleh Taliban ke Komite Internasional Palang Merah (ICRC).

Siddiqui diketahui telah berada di Afghanistan selama hampir sebulan, dan tiba di Kandahar sepekan sebelum insiden mematikan tersebut.

Ia bergabung dengan Sediq Karzai, seorang komando Pasukan Khusus Afghanistan ketika Pasukan Keamanan Nasional Afghanistan (ANSF) berupaya untuk merebut kembali Spin Boldak dari Taliban.

Menurut Lodin, baik Siddiqui dan Karzai berada di dalam mobil ketika mereka berhenti di dekat daerah perbukitan. Saat itulah mereka disergap oleh Taliban. Keduanya tewas dalam serangan Taliban.

Sehari sebelumnya, Siddiqui telah memberi tahu Reuters bahwa ia terluka di lengan karena pecahan peluru ketika meliput bentrokan antara Taliban dan pasukan Afghanistan.

Taliban sendiri telah membantah bertanggung jawab atas kematian Siddiqui.

"Pejuang kami tidak pernah memutilasi mayat. Itu bertentangan dengan aturan Islam. Dia telah bergabung dengan pasukan keamanan Administrasi Kabul dan datang ke lokasi pertempuran tanpa berkoordinasi dengan kami. Tidak ada yang tahu siapa dia," ujar jurubicara Taliban, Suhail Shaheen.

Jenazah Siddiqui dipulangkan ke India pada 18 Juli dan dimakamkan di Universitas Jamia Milia Islamia yang berbasis di New Delhi pada malam harinya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya