Berita

Petugas saat memakamkan jenazah pasien Covid-19 di TPU Keputih/Ist

Nusantara

Curhatan Petugas Pemakaman Jenazah Covid-19 Di Surabaya Yang Harus Bekerja Tak Kenal Waktu

SELASA, 20 JULI 2021 | 12:08 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Melonjaknya kasus Covid-19 di Kota Surabaya membuat petugas bidang pemakaman Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Pemkot Surabaya jadi supersibuk.

Setiap hari mereka harus secepatnya memakamkan puluhan, bahkan hingga ratusan, jenazah pasien Covid-19.

“Sebentar ya Pak, ini ada telepon dari rumah sakit, biasanya mau ada jenazah untuk dimakamkan,” kata petugas pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Keputih Surabaya, Ari Triastutik, saat dihubungi Kantor Berita RMOLJatim dan lantas menutup teleponnya, Senin (19/7).


Beberapa jam kemudian, ia menelepon balik dan menjelaskan bahwa ada jenazah yang baru selesai dimakamkan.

Ia bersama timnya setiap hari biasa memakamkan jenazah di TPU Keputih.  Bahkan, ia mengaku bekerja di pemakaman itu seakan tanpa mengenal batas waktu.

“Normalnya saya bekerja 12 jam. Tapi meskipun malam sudah pulang ke rumah, pihak rumah sakit dan teman-teman biasanya menghubungi saya. Jadinya ya lebih dari 24 jam. Sudah tidak mengenal waktu kalau seperti ini,” tutur Ari.

Sebagai seorang istri, ia masih tetap memasak untuk anak dan suaminya di rumah. Saat memasak, telepon genggamnya tak pernah jauh darinya. Sewaktu-waktu ada telepon dari pihak rumah sakit dan teman-temannya bisa segera diangkat.

“Bahkan, pernah waktu saya mandi ada telepon, ya mau bagaimana lagi, itu tugas saya,” ujarnya.

Awalnya, lanjut dia, saat awal-awal bertugas di pemakaman, dia merasakan takut karena Covid-19 ini gampang menular.

Bahkan, setiap kali mau berangkat kerja, ia mengaku masih ada kekhawatiran untuk memakamkan pasien Covid-19 ini.

“Kalau enggak berangkat, ya bagaimana ini tugas saya. Tapi mungkin itu manusiawi ada rasa takutnya, ada rasa khawatir tertular dan sebagainya, tapi akhirnya ya tetap berangkat dan terus bertugas hingga saat ini,” tuturnya.

Oleh karena itu, ia hanya bisa memohon kepada Allah SWT untuk selalu diberikan kesehatan, sembari terus menjalankan protokol kesehatan yang ketat dan mengkonsumsi vitamin.

“Kalau malam-malam ada yang telepon, saya usahakan selalu shalat malam dan memohon kesehatan kepada Gusti Allah, itu saja yang terus saya lakukan,” kata dia.

Hal yang sama juga dirasakan oleh petugas pemakaman dari Relawan Surabaya Memanggil, Gedion Kristian Prasetya.

Ia menceritakan pengalamannya saat kali pertama menjadi relawan pemakaman. Pada saat hari pertamanya bertugas, Gedion kaget karena dia langsung menangani banyak jenazah yang meninggal akibat Covid-19. Mulai dari memindahkan, memandikan, hingga mengkafani jenazah.

“Saya gabung karena ingin benar-benar membantu. Kalau bukan kita siapa lagi, apalagi kalau lihat berita dan faktanya memang banyak tenaga medis yang bertumbangan,” ucap Gedion.

Awalnya, Gedion mengaku sempat tidak percaya dengan kondisi pandemi Covid-19. Namun ketika dirinya melihat sendiri kondisi banyak nakes yang terpapar dan meninggal, lingkungan sekitarnya banyak yang sakit dan menyaksikan sendiri banyak jenazah yang dimakamkan, akhirnya dia semakin yakin bahwa kondisi saat ini sedang butuh pertolongan dari berbagai kalangan. Di situlah muncul inisiatifnya untuk menjadi relawan.

“Kita happy saja, karena kita benar-benar ikhlas tulus membantu apalagi menjadi relawan. Untuk jumlahnya itu per hari ada tiga sif, satu sifnya 8 jam,” ungkap dia.

Saat bertugas, dia selalu mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap agar tidak tertular.

“Selain APD kita juga menjaga imunitas tubuh dan jangan kebanyakan mikir, supaya tidak tertular," pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya