Berita

Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Anis Matta/Net

Politik

Bos Gelora Minta Aparat Berlaku Lembut Saat Tegakkan Prokes

SENIN, 19 JULI 2021 | 07:45 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Cara-cara represif petugas dalam melakukan penindakan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat disayangkan oleh Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Anis Matta.

Dia khawatir tindakan yang cenderung arogan itu bisa memantik kemarahan warga yang sedang menghadapi tekanan hidup yang berat.

Anis menekankan bahwa tindakan kekerasan tidak akan berujung dengan hasil yang baik, justru malah bisa berkembang menjadi kemarahan dan ledakan sosial yang tidak terkendali.


“Dan sangat mungkin juga menjadi krisis politik," katanya kepada wartawan, Senin (19/7).

Kelembutan harus diutamakan dalam menegakkan disiplin protokol kesehatan, sebagaimana hadist Nabi Muhammad SAW.

"Sesungguhnya kelembutan tidaklah ada pada sesuatu kecuali akan menghiasinya dan tidaklah kelembutan itu dicabut dari sesuatu urusan, kecuali akan merusak urusan itu," urainya.

Singkatnya, dengan kelembutan akan tercapai hal yang dituju. Sebaliknya jika dengan kekerasan, maka tujuan tidak tercapai.

Untuk itu, dia ingin agar penegakan aturan protokol kesehatan (prokes) di masa PPKM Darurat dilakukan dengan santun. Apalagi masyarakat saat ini sedang menghadapi tekanan hidup yang berat dan frustasi akibat pembatasan mobilitas.

"Kelembutan adalah akhlak yang harus kita kembangkan di saat kita semuanya dilanda ketakutan, kemarahan, dan frustasi. Maka pada aparat, berlaku santunlah, berlaku lembutlah pada rakyat yang sedang menghadapi tekanan hidup sangat berat selama pandemi ini," ujarnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya