Berita

Menko Polhukam Mahfud MD/Net

Politik

Mahfud Asyik Nonton Sinetron Saat Pandemi, Satyo Purwanto Teringat Kabar Menteri Yang Berkhianat

JUMAT, 16 JULI 2021 | 18:36 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy, Satyo Purwanto merasa apa yang dikatakan oleh mantan Waketum Gerindra Arief Poyuono benar adanya, terkait kabar banyak Menteri saat ini tidak loyal kepada Presiden.

Terlebih, setelah Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengaku asyik nonton sinetron Ikatan Cinta di tengah perjuangan pemerintah melawan pandemi Covid-19.

"Kasihan Jokowi. Mungkin benar, kata si Arif Poyuono banyak menteri yang berkhianat dan sebenarnya tidak bekerja untuk Presiden mereka memiliki "bos" masing-masing," kata Satyo kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (16/7).

Sehingga, kata Satyo, tidak heran saat ini banyak kebijakan maupun pernyataan Presiden yang diambil sering kali kontraproduktif di tengah masyarakat.

Arief Poyuono sebelumnya mengungkap, adanya benih-benih ketidakpuasan dan tanda-tanda ke arah pengkhianatan di kalangan menteri Kabinet Joko Widodo. Meraka, kata Arief, ingin meninggalkan Jokowi di tengah pandemi Covid-19.  

Bahkan, daftar nama sejumlah menteri yang disinyalir tidak loyal dan sedang bersiap-siap meninggalkan Presiden Joko Widodo telah dikantongi.

“Ini bukan isapan jempol. Beberapa menteri kelihatannya memiliki agenda untuk kepentingan sendiri. Namanya sudah saya kantongi, nanti saya serahkan kepada Kang Mas Jokowi,” ujar Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu ini dalam perbincangan dengan redaksi Kantor Berita Politik RMOL, Senin malam (12/7).



Populer

Investor IKN Hanya Dongeng!

Kamis, 06 Juni 2024 | 11:12

Perwakilan Kontraktor Minta Penegak Hukum Periksa Bupati Keerom

Senin, 10 Juni 2024 | 10:37

Dugaan Korupsi Askrida Naik Lidik

Senin, 10 Juni 2024 | 22:37

Konsesi Tambang Ormas Dicurigai Siasat Jokowi Kabur dari Kejaran Utang

Sabtu, 15 Juni 2024 | 12:27

Bey Machmudin Pastikan Tak Ada Ormas Keagamaan di Jabar yang Kelola Tambang

Rabu, 12 Juni 2024 | 00:19

Bey Machmudin Siapkan Bonus Kontingen Peparnas 2024

Selasa, 11 Juni 2024 | 13:16

Penyidik KPK Sita Handphone Hasto dan Geledah Ajudan

Senin, 10 Juni 2024 | 15:24

UPDATE

Ribuan Warga Prancis Tolak Kemenangan Partai Sayap Kanan

Minggu, 16 Juni 2024 | 11:59

Harga Bahan Pokok Jelang Idul Adha Normal

Minggu, 16 Juni 2024 | 11:45

Santri Harus Berkontribusi Pecahkan Masalah Masyarakat

Minggu, 16 Juni 2024 | 11:43

Ono Surono Serukan Kader Menangkan Nina Agustina

Minggu, 16 Juni 2024 | 11:19

2.500 Warga Gaza Gagal Pergi Haji Tahun Ini

Minggu, 16 Juni 2024 | 11:08

Salat Id di Al-Azhar, Jimly Doakan Jemaah Indonesia Mabrur

Minggu, 16 Juni 2024 | 10:59

Anak Emas Prabowo Didukung Forum Penggerak Desa

Minggu, 16 Juni 2024 | 10:46

Dikuasai Pihak Ketiga, KPK Ambil Alih Sumber Mata Air Ambung

Minggu, 16 Juni 2024 | 10:29

KPK Temukan 53 Tambang Galian C Ilegal di Lombok Timur

Minggu, 16 Juni 2024 | 10:17

Di KTT Swiss, Kamala Harris Umumkan Paket Bantuan Rp24 Triliun untuk Ukraina

Minggu, 16 Juni 2024 | 10:14

Selengkapnya