Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Perang Tidak Akan Terjadi Di Taiwan Karena Dunia Membutuhkan Chip

KAMIS, 15 JULI 2021 | 16:53 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ketegangan yang terjadi di Selat Taiwan tampaknya tidak akan mengarah ke situasi yang lebih buruk, setidaknya untuk saat ini.

Menurut ketua Taiwan Semiconductor Manufacturing Co Ltd (TSMC), Mark Liu, kebutuhan dunia terhadap pasokan semikonduktor Taiwan saat ini lebih penting. Ia mengatakan, jika perang terjadi, maka rantai pasokan global akan terganggu karena Taiwan adalah pembuat chip terbesar di dunia.

"Mengenai invasi oleh China, izinkan saya memberi tahu Anda, semua orang ingin memiliki Selat Taiwan yang damai karena menguntungkan setiap negara, juga karena rantai pasokan semikonduktor di Taiwan, tidak ada yang mau mengganggunya," ujar Liu, seperti dikutip Reuters.


Liu juga menilai, dengan kondisi pandemi Covid-19 yang telah berdampak bagi ekonomi dunia, tidak ada negara yang menginginkan perang.

Ia juga menyebut, di bawah pemerintahan Presiden Amerika Serikat Joe Biden, perkembangan geopolitik lebih dapat diprediksi.

TSMC diketahui merupakan pembuat chip kontrak terbesar di dunia dan pemasok utama Apple Inc. Keberadaan TSMC menjadi sangat penting, terlebih di tengah kekurangan chip yang dihadapi negara produsen elektronik.

TSMC memiliki kapitalisasi pasar 567 miliar dolar AS, lebih dari dua kali lipat pembuat chip Intel Corp.

AS sendiri telah menekan TSMC dan pembuat chip Taiwan lainnya untuk berbuat lebih banyak untuk mengurangi kekurangan chip, terutama untuk pembuat mobil.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya