Berita

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia (dua dari kiri) dan Menteri Perdagangan M. Lutfi (dua dari kanan)/Net

Politik

Pengamat: Harus Dijelaskan Duduk Persoalan Kunjungan Dua Menteri Tak Pakai Masker Di AS

KAMIS, 15 JULI 2021 | 12:23 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dan Menteri Perdagangan M. Lutfi sedang kunjungan kerja di Amerika Serikat. Di dalam foto dan video yang beredar, mereka yang tidak mengenakan masker tampak sumringah.

Tujuan dua menteri itu di AS memang belum diketahui pasti. Ada yang menyebut tengah mencari investor, namun ada juga yang menilainya sedang plesiran.

"Kalau dua menteri jalan bersama ke luar negeri seharusnya mendapat izin dari presiden. Ada kemungkinan mereka berdua sedang ada tugas khusus dari presiden Joko Widodo," kata pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul Jakarta, M. Jamiluddin Ritonga, Kamis (15/7).


Untuk meminalkan spekulasi, sebaiknya jurubicara presiden dapat menjelaskan duduk persoalan dua menteri tersebut ada di AS. Bisa juga yang menjelaskannya pejabat humas dua kementerian tersebut.

Menurut Jamiluddin Ritonga, kalau keberangkatan dua menteri itu dalam rangka tugas negara dan sudah seizin presiden, tentu tak selayaknya mereka berdua dihujat. Tak sepatutnya juga mereka berdua diminta untuk mengundurkan diri sebagai menteri.

Namun, kalau keberadaan mereka bukan dalam tugas negara dan tidak seizin presiden, maka dua menteri tersebut memang tidak punya moral. Dua menteri itu sudah tidak layak dipertahankan dan sepatutnya dipecat dari kabinet Jokowi.

"Sungguh tidak sepatutnya, seorang menteri meninggalkan tanah air tanpa sepengetahuan presiden. Apalagi saat negara dalam situasi krisis akibat pandemi Covid-19, sudah seharusnya semua menteri mencurahkan perhatian untuk bersama-sama mengatasi kasus Covid-19," terang Jamiluddin Ritonga.

Jelas dia, menteri seperti itu tak memiliki sense of crisis, yang seharusnya dimiliki setiap pejabat. Hanya memiliki sense of crisis, memungkinkan seorang pemimpin memiliki empati terhadap rakyatnya.

"Jadi, menteri yang tak memiliki sense of crisis dengan sendirinya tak layak menjadi pemimpin. Mereka ini sebaiknya secepatnya dipecat untuk digantikan menteri yang lebih kredibel dan punya sense of crisis," ucap Jamiluddin Ritonga.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya