Berita

Seorang anak duduk di antara puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan Israel ke Jalur Gaza/Net

Dunia

Agar Tak Jatuh Ke Tangan Hamas, Israel Ingin Bantuan Kemanusiaan Untuk Palestina Dibuat Dalam Bentuk Voucher

RABU, 14 JULI 2021 | 08:59 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Otoritas Israel mengusulkan agar bantuan kemanusiaan yang disalurkan ke Jalur Gaza dibuat melalui sistem voucher, dan bukan uang tunai.

Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel Omer Barlev mengatakan, Perdana Menteri Naftali Bennett ingin adanya perubahan kebijakan agar bantuan asing tidak jatuh ke tangan Hamas.

"Mekanisme di mana apa yang akan masuk, pada dasarnya, adalah voucher makanan, atau voucher bantuan kemanusiaan, dan bukan uang tunai yang dapat diambil dan digunakan untuk mengembangkan persenjataan yang digunakan melawan Negara Israel," ujarnya, seperti dikutip Reuters, Selasa (13/7).


Setelah pertempuran 11 hari pada Mei, badan-badan kemanusiaan telah menganggarkan 500 juta dolar AS untuk merekonstruksi kembali Jalur Gaza.

Sejak perang 2014, Qatar telah berkomitmen untuk membiayai lebih dari 1 miliar konstruksi dan proyek lainnya di Gaza, sebagian dalam bentuk tunai. Pada akhir Mei, Doha menjanjikan 500 juta dolar AS tambahan untuk bantuan tersebut. Bantuan telah disetujui dan dipantau oleh pihak Israel.

"Uang Qatar untuk Gaza tidak akan masuk sebagai koper penuh dolar yang berakhir dengan Hamas, di mana Hamas pada dasarnya mengambil bagian penting untuk dirinya sendiri dan pejabatnya," jelas Barlev.

Barlev mengatakan, dengan mekanisme voucher, maka Israel tidak akan ragu untuk membantu situasi kemanusiaan di Jalur Gaza.

Sementara itu, Hamas sendiri telah berulang kali membantah menggunakan bantuan kemanusiaan yang ditujukan ke Gaza untuk membangun militernya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Tak Pandang Bulu, Prabowo Akui Serahkan Dadan ke Kejaksaan

Kamis, 17 September 2026 | 12:29

MGBKI Soroti Isu Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 17 September 2026 | 12:21

Prabowo Tugaskan Bahlil Bahas RUU Migas, SKK Migas Bisa Bubar!

Kamis, 17 September 2026 | 12:15

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

Kamis, 17 September 2026 | 12:13

Dasco Pastikan Seluruh Parpol Dilibatkan dalam Pembahasan Lanjutan RUU Pemilu

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

Ternyata Prabowo Suka Evidence-Based

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

SMEC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata

Kamis, 17 September 2026 | 11:50

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

Kamis, 17 September 2026 | 11:43

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

Kamis, 17 September 2026 | 11:35

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

Kamis, 17 September 2026 | 11:19

Selengkapnya