Berita

Ketua Umum HMI Korkom UPI, Muhammad Zeinny/Ist

Politik

Perlu Ada Napas Al Quran Dan Hadits Dalam Konstruksi Gerak Ekonomi Bangsa

RABU, 14 JULI 2021 | 00:51 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kondisi perekonomian Indonesia perlu dilakukan rekonstruksi gerak dan pola, baik secara makro maupun mikro dengan menyesuaikan Al Quran dan hadist.

Menurut Ketua Umum HMI Korkom UPI, Muhammad Zeinny, Al Quran diturunkan ke bumi bukan hanya untuk umat Islam saja, melainkan bagi seluruh manusia di bumi.

"Maka dari itu, saya pikir pedoman serta anjuran Allah SWT dalam berkehidupan pasti sesuai dan ideal dengan kondisi serta pola naluriah seorang manusia," ucap Zein diberitakan Kantor Berita RMOLJabar, Selasa (13/7).


Zein menilai, pola konstruksi beberapa unsur fiskal, moneter, atau pun unsur mikro ekonomi masih jauh untuk bisa dikatakan ideal dan sesuai dengan Al Quran.

Ditambah lagi, kondisi umat dan kondisi bangsa terjebak dalam tatanan wacana serta teori ketika menyikapi suatu hal, baik itu di bab keimanan (tauhid) hingga gotong royong.

"Ini enimbulkan permasalahan, disparitas semakin menggila, distribusi dan penerimaan zakat serta pajak dalam aspek penerimaan negara tergolong belum maksimal, dan jurang kemiskinan yang kiat melebar," tuturnya.

Tak hanya itu, pola RAPBN, pembagiaan prioritas fiskal, serta manajerial moneter di Indonesia banyak yang perlu disesuaikan. Mulai dari prioritas anggaran, penyerapan anggaran, relokasi prioritas program setiap kementrian serta kontruksi aspek penerimaan negara.

"Juga bab fundamental ekonomi perlu adanya penyesuaian pola pemerataaan serta asumsi makro yang dinilai ada kekeliruaan pola pikir kesehjateraan ekonomi di Indonesia," ungkap mantan Ketua BEM Fakultas Ekonomi UPI itu.

Maka dari itu, perlu adanya kedaulatan bangsa dalam aspek ketahanan ekonomi di bidang fiskal negara, disamping penguatan seara makro, juga hubungan politik atau pun ekonomi internasional.

Selain itu, pemerintah juga perlu mulai mengubah pola realokasi anggaran dengan landasan fundamental dan prioritas ekonomi negara.

"Dengan arti kesehjateraan masyarakat, berarti terpenuhi dan cukupnya kebutuhan primer harus ada alokasi khusus dari negara setiap tahun dengan memaksimalkan pola cross distribution dengan memaksimalkan penerimaan negara bukan pajak dan dari sumber-sumber lain non utang," jelasnya.

Pemerintah juga perlu melakukan sinergitas dengan segala pihak dan aspek untuk mewujudkan hal tersebut demi penyelarasan kesehjateraan yang merata.

"Negara sangat memungkinkan untuk menerapkan sistem secara sistematis tersebut. Tentunya semata-mata untuk kemajuaan dan kebaikan umat, bangsa, dan negara," tegasnya.

Terakhir, Zein berpandangan bahwa BUMN perombakan karena dianggap merugikan negara. Ketergantungan utang yang perlu dikurangi, bahkan dihapuskan secara perlahan.

"Agar nantinya kedaulatan politik dan perencanaan bisa terwujud tanpa ada kepentingan lain yang masuk melalui utang-utang yang banyak tersebut," tandasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya