Berita

Pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Cikadut, Bandung/Net

Nusantara

Buntut Pungli Pemakaman Covid-19, TPU Cikadut Kini Diawasi Polisi

SELASA, 13 JULI 2021 | 02:21 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pemakaman di Tempat pemakaman umum (TPU) Cikadut, Bandung dipastikan akan diawasi pihak kepolisian.

Koordinasi bahkan sudah dilakukan antara Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dengan pihak kepolisian untuk mengawasi pemakaman di TPU Cikadut yang sebelumnya terjadi pungutan liar (pungli).

"Terkait Cikadut intinya kita sudah arahkan. Jangan sampai viral-viral lagi karena sudah ditegaskan dari mulai ambulans, ngangkut peti dan lain-lain itu gratis," kata Ridwan Kamil diberitakan Kantor Berita RMOLJabar, Senin (12/7).


Emil, sapaan Ridwan Kamil menyebut, nantinya para petugas dari pihak kepolisian akan berjaga di TPU Cikadut demi mencegah terjadinya praktik pungli di tempat pemakaman khusus Covid-19 tersebut.

"Kapolda sudah menyepakati bahwa di Cikadut itu akan ada polisi berseragam yang bertugas, sehingga kalau nanti ada kejadian pungli, dengan cepat birokrasi ada polisi yang bisa dijadikan tempat mengadu," lanjutnya.

Emil juga meminta apa yang terjadi di TPU Cikadut Bandung bisa menjadi pembelajaran untuk daerah lainnya.

"Saya arahkan kepada bupati/walikota supaya tidak terjadi di tempat lain. Pastikan ada ekstra perhatian, karena selama PPKM Darurat jumlah yang dimakamkan memang meningkat," tegasnya.

Meski begitu, Emil menyebut jika para penggali kubur juga perlu mendapatkan perhatian bersama. Pasalnya, seiring meningkatnya kasus kematian di tengah lonjakan kasus Covid-19, membuat para pemikul dan pengubur jenazah kewalahan.

"Tanpa diketahui media, saya juga sebenarnya beberapa kali itu ngasih uang kepada petugas-petugas pemakaman, salah satunya ke Cikadut sebagai atensi dari saya pribadi untuk menyemangati mereka," tandasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya