Berita

Polisi Israel/Net

Dunia

Israel Bekukan Rp 2,6 Triliun Dana Pajak Milik Palestina

SENIN, 12 JULI 2021 | 10:58 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Israel dilaporkan menahan pendapatan pajak yang dikumpulkannya tahun lalu atas nama Otoritas Palestina (PA) sebesar 180 juta dolar AS atau setara dengan Rp 2,6 triliun (Rp 14.400/dolar AS).

Dana pajak itu diketahui sekitar 7 persen dari total pendapatan pajak PA, seperti dimuat Reuters, Senin (12/7).

Pejabat Israel menyebut, dana itu dibekukan karena khawatir digunakan untuk mempromosikan kekerasan, termasuk membayar tunjangan kepada militan dan keluarga mereka yang dipenjara atau dibunuh karena menyerang Israel.


Berdasarkan UU 2018, Israel setiap tahunnya menghitung pendapatan pajak milik PA untuk membayar tunjangan kepada militan. Israel kemudian mengurangi jumlah itu dari pajak yang dikumpulkannya atas nama Palestina.

Pajak yang dikumpulkan oleh Israel membentuk sekitar setengah dari pendapatan PA.

Menanggapi pembekuan tersebut, kepala urusan tahanan di Organisasi Pembebasan Palestina Qadri Abu Baker, menyebut tindakan Israel itu sebagai kejahatan teror dan pembajakan.

Menurut perjanjian pada 1994, Israel dapat mengumpulkan dana pajak atas nama Palestina. Pajak berawal dari barang dan jasa yang ditagih di wilayah Palestina yang dikuasai Israel. Israel juga menerapkan pajak pada warga Palestina yang bekerja di Israel dan wilayah pemukiman.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya