Berita

Ilustrasi vaksinasi/Net

Politik

Pengamat: Kenapa Vaksin Harus Bayar Saat Diserahkan Ke Kimia Farma, Duitnya Ke Mana?

SENIN, 12 JULI 2021 | 04:43 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Vaksinasi berbayar yang akan diterapkan perusahaan BUMN, Kimia Farma mulai hari ini membuat sebagian pihak curiga.

Pasalnya, selama ini vaksinasi yang menjadi semangat mengakhiri pandemi Covid-19 yang diberikan cuma-cuma kepada rakyat justru harus dipungut biaya.

"Saya enggak habis pikir, kenapa vaksinasi yang merupakan program pemerintah secara gratis harus berbayar ketika di Kimia Farma," kata Direktur Eksekutif Democracy and Electoral and Empowerment Partnership (DEEP), Neni Nur Hayati kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (12/7).


Ia pun meminta kepada Kementerian Kesehatan untuk terbuka kepada publik. Baginya, tak akan menjadi masalah bila vaksin berbayar dikelola negara. Namun akan menjadi persoalan bila vaksinasi berbayar tersebut diserahkan kepada perusahaan farmasi.

"Kalau untuk keuntungan perusahaan, saya pikir ini yang keliru. Bila memang masyarakat dipungut biaya, maka ada asas ketidakadilan dalam kesehatan. Dananya dikemanakan?" jelasnya.

Ia melihat, ada upaya sebagian pihak yang hendak mencari keuntungan dan kepentingan pribadi di tengah kebijakan vaksinasi berbayar.

Sebab bila alasan percepatan vaksinasi, harusnya pihak Kimia Farma membantu dengan menyalurkan relawan guna membantu pemerintah, bukan mendistribusikan vaksin yang harus ditebus dengan uang.

"Saat kondisi negara lagi genting dan krisis kenapa masih ada saja orang yang memanfaatkan kondisi darurat kemanusiaaan ini untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya," kritiknya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya