Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Sindir Latihan Sea Breeze Di Laut Hitam, Rusia: Bayangkan Moskow Latihan Militer Di Teluk Meksiko

MINGGU, 11 JULI 2021 | 10:53 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Rusia memberikan peringatan kepada Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutunya untuk tidak bermain-main di Laut Hitam.

Peringatan disampaikan oleh Kedutaan Besar Rusia di Washington dalam sebuah pernyataan untuk mengomentari latihan Sea Breeze yang dipimpin AS NATO pada 28 Juni hingga 10 Juli.

"Manuver yang dilakukan di dekat pantai Rusia dengan menggunakan kapal perusak AS dan sekutunya, serta kapal pengangkut dan pendarat, merupakan provokasi," kata kedutaan, seperti dikutip Sputnik, Minggu (11/7).


Sea Breeze diikuti oleh 32 negara dari enam benua, menjadi latihan terbesar sejak 1997. Latihan itu melibatkan lebih dari 5.000 tentara, 32 kapal, dan 40 pesawat untuk 18 operasi khusus.

Latihan Sea Breeze difokuskan pada perang amfibi, operasi menyelam, pertahanan udara, dan perang anti-kapal selam.

"Latihan seperti itu dengan meniru operasi pendaratan dan kegiatan pelatihan Pasukan Khusus merusak keamanan di wilayah Laut Hitam," tegas kedutaan.

Latihan Sea Breeze dilakukan setelah ketegangan antara Inggris dan Rusia di Laut Hitam pada 23 Juni. Ketika itu, HMS Defender Inggris diberi tembakan peringatan oleh kapal patroli Rusia setelah mengabaikan seruan untuk meninggalkan Laut Hitam.

Kementerian Pertahanan Inggris membantah bahwa ada tembakan peringatan yang ditembakkan di dekat kapalnya, sementara Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan perjalanan kapal itu berada di perairan Ukraina, sesuai hukum internasional.

Rusia mencaplok Krimea dari Ukraina pada tahun 2014. Namun, banyak negara di seluruh dunia tidak mengakui pencaplokan tersebut dan menganggap perairan Laut Hitam sebagai bagian dari wilayah Ukraina.

"Kami meminta mitra kami untuk memahami satu hal sederhana, penduduk Krimea pada tahun 2014 sudah membuat pilihannya. Itu harus dihormati. Upaya Barat untuk menguji tekad Rusia untuk mempertahankan integritas teritorialnya dengan latihan provokatif seperti itu pasti akan gagal," tegas kedutaan Rusia, merujuk pada referendum Krimea.

"Bayangkan situasi di mana Rusia melakukan latihan di Teluk Meksiko. Ini akan memicu badai kemarahan di AS," pungkas kedutaan.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya