Berita

Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha/Net

Dunia

PM Prayut Chan-o-cha Dan 15 Menteri Thailand Sumbang Tiga Bulan Gaji Untuk Warga Terdampak Covid-19

MINGGU, 11 JULI 2021 | 08:44 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha menyumbangkan tiga bulan gajinya untuk membantu warga yang terkena dampak pandemi Covid-19.

Prayut mengumumkan sumbangannya selama pertemuan Pusat Administrasi Situasi Covid-19 (CCSA) secara virtual pada Jumat (9/7).

Menurut Bangkok Post, Prayut menerima gaji bulanan sebesar 75.590 baht dan tunjangan 50 ribu per bulan. Selama sebulan, ia mendapat 125.590 baht. Sehingga total gaji Prayut selama tiga bulan mencapai 376.770 baht.


Setidaknya 15 pejabat tinggi lainnya, mulai dari wakil perdana menteri, menteri, dan wakil perdana menteri yang sudah menyatakan niat untuk memberi sumbangan serupa.

Menteri Perdagangan Jurin laksanawisit yang juga pemimpin partai demokrat pada Jumat mengatakan pejabat menteri dari partainya bersedia menyumbangkan gaji mereka untuk membantu warga yang terkena Covid-19.

Wakil Menteri Pertanian Thamanat Prompow, yang juga sekretaris jenderal Partai Palang Pracharath (PPRP), mengatakan para menteri dari partainya juga akan menyerahkan tiga bulan gaji mereka untuk membantu penanganan Covid-19.

Menteri Transportasi Saksayam Chidchob dari Partai Bhumjaithai juga mengumumkan bahwa partainya akan bergabung.

Menurut Ketua DPR Chuan Leekpai, keputusan untuk menyerahkan gaji sebagai sumbangan adalah hak dari setiap pejabat. Ia juga mengungkap, banyak anggota parlemen yang menggunakan gaji mereka untuk membantu warga selama pandemi.

Bahkan beberapa menyumbangkan uang mereka sendiri untuk membagikan makanan, air minum, dan masker kepada warga.

"Bantuan yang diberikan para anggota parlemen ini kepada masyarakat lebih banyak daripada uang, tetapi mereka yang ingin menyumbang harus merasa bebas melakukannya. Itu hal yang baik," ujarnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya