Berita

Illustrasi/Net

Dunia

Survei: 42 Persen Warga Australia Takut Diserang China

JUMAT, 09 JULI 2021 | 20:16 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebanyak 42 persen warga Australia mengaku khawatir jika China akan melancarkan serangan bersenjata ke Australia. Kekhawatiran itu setara dengan yang dialami warga Taiwan.

Demikian hasil survei yang dilakukan oleh lembaga think tank The Australia Institute di Australia dan Taiwan, seperti dikutip The Guardian, Jumat (9/7).

Daru 603 orang Australia yang disurvei, 42 persen di antaranya menyakini China akan menyerang Australia, dengan 6 persen mengatakan segera dan 36 persen dalam beberapa waktu.


Sementara untuk pertanyaan serupa, dari 606 orang Taiwan yang disurvei, sebanyak 51 persen yakin China akan menyerang Taiwan. Sebanyak 4 persen mengatakan segera dan 47 persen dalam beberapa waktu.

"Mengingat perbedaan sejarah dan geografis Australia dan Taiwan, sungguh mengejutkan bahwa orang Australia bisa lebih takut daripada Taiwan dalam mengantisipasi serangan dari China," ujar kepala program urusan internasional dan keamanan di The Australia Institute, Allan Behm.

Meski begitu, Behm mengatakan, ketakutan tersebut tidak diragukan karena retorika China telah memicu kekhawatiran dan ketidakamanan di Australia.

“Bagi orang Taiwan, potensi perang dan konsekuensinya tetap sangat nyata, sementara orang Australia, dan mereka yang ‘menabuh genderang perang’, mungkin tidak sepenuhnya memahami apa yang akan terjadi dengan perang dengan China," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya