Berita

Pasien Covid-19 di Tunisia/Net

Dunia

Rumah Sakit Kolaps, Tunisia Bagai Perahu Yang Sedang Tenggelam

JUMAT, 09 JULI 2021 | 11:36 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Tunisia berada di tengah hidup dan mati. Negara berpenduduk 12 juta di Afrika Utara itu telah melaporkan 465.000 kasus Covid-19, dengan 15.735 kematian.

Pada Selasa (6/7) saja, Tunisia mencatat 9.823 kasus baru Covid-19, dengan 134 kematian.

Kementerian Kesehatan pada Kamis (8/7) mengatakan, sistem kesehatan Tunisia telah kolaps menghadapi bencana pandemi Covid-19.


Selama dua pekan terakhir, terjadi peningkatan pasien Covid-19 secara signifikan di seluruh rumah sakit.

"Kami berada dalam situasi bencana. Sistem kesehatan runtuh, kami sulit mendapat tempat tidur di rumah sakit," ujar jurubicara Kementerian Kesehatan Nisaf Ben Alaya, seperti dikutip Al Jazeera.

Bagaikan "perahu yang sedang tenggelam", ia mengatakan, Tunisia akan menghadapi situasi yang semakin buruk jika tidak ada upaya yang dilakukan.

“Kami berjuang untuk menyediakan oksigen… Dokter menderita kelelahan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Situasi kesehatan akan semakin buruk jika tidak ada upaya bersatu,” imbaunya.

Saat ini, beberapa jenazah korban Covid-19 telah dibiarkan terbaring di kamar di sebelah pasien lain hingga 24 jam karena tidak ada cukup staf untuk mengatur pemindahan mereka ke kamar mayat.

Di Facebook, Kementerian Kesehatan mengaku rumah sakit lapangan khusus yang didirikan beberapa bulan terakhir tidak lagi cukup menampung pasien.

Sejak 20 Juni, pihak berwenang telah memberlakukan lockdown total di enam wilayah, termasuk Kairouan. Sementara ibukota Tunis telah diterapkan lockdown parsial sejak pekan lalu.

Negara-negara Afrika telah mengalami lonjakan kasus Covid-19 sejak dihantam gelombang ketiga pada Mei. Setidaknya 16 negara Afrika menghadapi situasi serius karena kemunculan virus corona varian Delta.

Di tengah lonjakan kasus, tingkat vaksinasi di Afrika sangat lambat. Hanya 2 persen dari total populasi yang telah divaksinasi penuh. Di seluruh Tunisia sendiri, hanya 4 persen dari populasi yang telah menerima dua dosis vaksin penuh.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya