Berita

Kepala Badan Komunikasi Strategis/Koordinator Jurubicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra/Net

Politik

Mahasiswa Juga Juluki Wapres Dan Ketua DPR, Demokrat: Jangan Ada Pembungkaman Seperti Permintaan Presiden

KAMIS, 08 JULI 2021 | 16:31 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Setelah Presiden Joko Widodo dijuluki "The King of Lip Service" oleh BEM UI, giliran BEM KM Unnes yang menjuluki Wakil Presiden KH. Maruf Amin sebagai "The King of Silent" dan Ketua DPR RI Puan Maharani sebagai "The Queen of Ghosting".

Kepala Badan Komunikasi Strategis/Koordinator Jurubicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menyampaikan harapannya kepada pemerintah agar tidak ada pembungkaman terhadap mahasiswa yang mengekspresikan aspirasinya lewat poster satir yang menyentil.

"Harapannya, tentu pernyataan Presiden Joko Widodo bahwa tidak ada pembungkaman demokrasi itu bisa dijadikan kenyataan di lapangan. Karena itu, tentu sepatutnya tidak ada lagi berbagai bentuk intimidasi dan hukuman kepada adik-adik mahasiswa yang menyampaikan kritik kepada pemerintah," ujar Herzaky kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (8/7).


Dia meminta agar para pembantu Presiden dapat meneruskan keinginan Presiden untuk tidak melakukan pembungkaman terhadap mahasiswa baik di perangkat pemerintah, pendukung Presiden, dan para buzzer di sosial media untuk membantu memastikan pernyataan Kepala Negara tersebut.

"Di sinilah pentingnya para pembantu Presiden, perangkat pemerintahan, serta para pendukung Presiden dan para buzzer media sosial untuk membantu memastikan pernyataan Presiden Joko Widodo bahwa tidak ada pembungkaman demokrasi bisa terealisasi seperti harapan publik. Jangan kemudian malah ada yang mengambil tindakan bertentangan dengan apa yang dikomandokan oleh Presiden," kata Herzaky.

Dia menambahkan jika ada perangkat pemerintah yang tidak mengindahkan instruksi Presiden untuk tidak melakukan pembungkaman, maka apa yang disangkakan para mahasiswa tersebut benar adanya.

"Kalau sampai ada yang mengambil tindakan bertentangan dengan apa yang dikomandokan oleh Presiden, bisa timbul persepsi di publik bahwa benar apa yang dikatakan teman-teman," ucap Herzaky.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya