Berita

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov/Net

Dunia

Rusia: Secara De Facto AS Telah Mengakui Kegagalannya Di Afghanistan

KAMIS, 08 JULI 2021 | 11:35 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dari Afghanistan merupakan bukti bahwa Washington telah gagal.

Demikian yang dikatakan oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov ketika mengomentari situasi di Afghanistan saat ini.

"Amerika Serikat tidak hanya menarik pasukannya dari Afghanistan. Dengan melakukan itu, ia mengakui kegagalan misinya," ujar Lavrov, seperti dikutip Sputnik, Kamis (8/7).


Kegagalan itu juga terlihat dengan meningkatnya kekerasan yang dilakukan oleh Taliban setelah AS mulai menarik pasukannya dari Afghanistan.

"Masalah utamanya adalah meningkatnya ancaman serangan teroris. Taliban bertindak lebih agresif," jelas dia.

Lavrov menambahkan, keengganan Kabul untuk membentuk pemerintahan transisi sejalan dengan kesepakatan yang dicapai di tengah penarikan pasukan AS justru meningkatkan agresivitas di Afghanistan.

Sementara itu, ketika ditanya apakah Rusia akan mengirim pasukan ke Afghanistan di tengah penarikan pasukan AS dari negara itu, Lavrov mengatakan bahwa jawabannya sudah jelas.

"Apakah kami akan mengirim pasukan kami ke Afghanistan? Saya yakin jawabannya sudah jelas," kata Lavrov secara retoris.

Ia kemudian menyoroti kemungkinan ketegangan akan merembet ke negara-negara tetangga, seperti Tajikistan. Bahkan Lavrov mengatakan, Collective Security Treaty Organization (CSTO) akan segera mempertimbangkan setiap serangan terhadap Tajikistan dari wilayah Afghanistan.

"Jika ada serangan ke Tajikistan, ini akan segera dipertimbangkan oleh CSTO. Perwakilan CSTO telah mengunjungi perbatasan Tajik-Afghanistan," kata Lavrov.

Sebelumnya, AS mengumumkan bahwa mereka telah menarik 90 persen pasukannya dari Afghanistan. Direncanakan untuk menyelesaikan penarikan pasukan pada akhir Agustus, tak lama sebelum batas waktu baru 11 September.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya