Berita

Perdana Menteri India Narendra Modi/Net

Dunia

Selusin Menteri India Mundur, Termasuk Menkes Yang Gagal Tangani Pandemi

KAMIS, 08 JULI 2021 | 08:50 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Selusin menteri India telah mengundurkan diri, hanya beberapa jam sebelum Perdana Menteri Narendra Modi mengumumkan perombakan kabinet besar-besaran.

Menteri Pendidikan Ramesh Pokhriyal Nishank dan Menteri Ketenagakerjaan Santosh Gangwar menjadi yang pertama meninggalkan Kabinet Persatuan pada Rabu (7/7).

Langkah yang sama kemudian diikuti oleh 10 menteri lainnya, termasuk Menteri Kesehatan Harsh Vardhan yang bertanggung jawab atas penanganan Covid-19 di India.


Pemerintahan Modi mendapatkan banyak kecaman karena dianggap gagal menahan gelombang kedua Covid-19 pada April hingga Mei yang memicu ratusan ribu kasus dalam sehari.

Popularitas Modi yang biasanya kuat, kemudian goyah ketika infrastruktur kesehatan India hampir runtuh. Kota-kota besar kehabisan oksigen, rumah sakit kewalahan dengan pasien dan krematorium berjuang untuk mengimbangi meningkatnya angka kematian.

Selain empat menteri tersebut, ada sejumlah menteri lainnya yang mengundurkan diri. Mereka adalah Menteri Informasi Shankar Prasad, Menteri Lingkungan Prakash Javadekar, serta Menteri Kimia dan Pupuk Sadananda Gowda.

Kemudian ada Menteri Negara untuk Lingkungan, Kehutanan, dan Perubahan Iklim Babul Supriyo; Menteri Negara untuk Pendidikan, Komunikasi, dan IT Sanjay Dhotre; Menteri Negara Urusan Konsumen, Pangan, dan Distribusi Publik Patil Danve; Menteri Negara untuk Pemberdayaan Keadilan dan Sosial Rattan Lal Kataria; serta Menteri Peternakan dan Perikanan Pratap Sarangi.

Dua lainnya adalah Menteri Persatuan Negara untuk Kementerian Perempuan dan Perkembangan Anak Debasree Chaudhuri dan Menteri Persatuan Negara untuk Ketenagakerjaan, Keadilan Sosial, dan Pemberdayaan Thawarchand Gehlot.

Seorang analis politik Dr Satish Misra menyebut, pengunduran diri dari 12 menteri ini menunjukkan upaya Modi untuk membaiki kredibilitas pemerintahannya yang jatuh setelah India mengalami penderitaan karena pandemi.

"Ini juga untuk mengakomodasi beberapa pemimpin dari partainya dan sekutunya menjelang pemilihan majelis negara bagian tahun depan," tambahnya seperti dimuat AFP.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya