Berita

Warga Palestina tidak memiliki tempat tinggal ketika rumah-rumah mereka dihancurkan Israel/Net

Dunia

Israel Hancurkan Rumah-rumah Milik Penggembala Palestina Untuk Kelima Kalinya

RABU, 07 JULI 2021 | 22:11 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Aksi penghancuran bangunan milik Palestina di Tepi Barat oleh Israel kembali terjadi. Kali ini Israel membongkar paksa sebuah dewa yang tinggali komunitas penggembala di Khirbet Humsu.

Menurut Konsorsium Perlindungan Tepi Barat, tindakan Israel pada Rabu (7/7) itu membuat setidaknya 65 orang, termasuk 35 anak-anak harus mengungsi.

Christopher Holt dari konsorsium yang didukung Uni Eropa itu mengatakan tentara Israel tiba pada pukul 9 pagi tanpa peringatan sebelumnya. Mereka memaksa penduduk untuk pindah, dan ketika penduduk menolak, mereka mulai menghancurkan rumah-rumah dengan paksa.


"Ini eskalasi yang sangat serius," ujar Holt yang berada di daerah itu.

Dikutip The Globe and Mail, itu merupakan kelima kalinya dalam satu tahun terakhir Israel melakukan pembongkaran rumah di desa tersebut. Uni Eropa sendiri pernah membantu penduduk untuk membangun kembali rumah-rumah mereka, namun insiden yang sama terjadi lagi.

Seorang pejabat keamanan Israel mengatakan pemerintah telah melakukan diskusi dengan penduduk selama berbulan-bulan untuk menawarkan lokasi alternatif.

Namun Holt menuturkan, penduduk tidak diberi peringatan dan tidak memiliki tempat lain untuk pergi.

Bahkan ketika aksi pembongkaran terjadi pada Februari lalu, warga harus segera memperbaiki pagar mereka agar domba-domba mereka dapat dikumpulkan sebelum gelap.

Khirbet Humsu berada di dataran tinggi di atas Lembah Yordan. Wilayah ini merupakan bagian dari Tepi Barat yang dikenal sebagai wilayah C. Warga Palestina di daerah itu mengatakan hampir tidak mungkin bagi mereka untuk mendapatkan izin bangunan dari Israel.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya