Berita

Ilustrasi/Net

Adhie M Massardi

TENDANGAN BEBAS ADHIE MASSARDI

Inggris Vs Denmark: Dalam Hal Elektabilitas Dan Kualitas, Inggris Lebih Di Atas

RABU, 07 JULI 2021 | 20:15 WIB | OLEH: ADHIE M. MASSARDI*

Sejak awal digelar, banyak yang setuju jika Piala Eropa kali ini menghadirkan laga pamungkas Inggris vs Italia. Melihat rekam jejak The Three Lions, impian banyak orang itu akan jadi kenyataan.

TIMNAS Denmark yang dini hari nanti (Kamis, 8 Juli 2021, Pukul 02.00) akan dihadapi Inggris memang bukan lawan yang bisa dipandang enteng. Mengingat perjalanan Denmark ke semi final berbekal 10 gol.

Di babak penyisihan grup (B) Denmark memang agak terseok. Digasak Finlandia 1-0, disikat Belgia 2-1. Baru di laga pamungkas grup sukses membantai Rusia 4-1, dan di fase knockout mencukur Wales 4-0, lalu menyingkirkan Ceko (2-1). Total tim asuhan Kasper Hjulmand ini memanen 10 gol, dan minus 5 gol.


Tim yang dijuluki Danish Dynamite (dinamit Denmark) ini pernah menghancurkan tim-tim tangguh di Piala Eropa 1992, dan menjuarai turnamen paling bergengsi di Benua Biru itu.

Kini skuad Dinamit diperkuat kiper Kasper Schmeichel, putra legenda sepakbola Denmark yang juga penjaga gawang dan pernah jadi bintang Manchester United, Peter Schmeichel.

Di belakang masih ada Simon Kjaer, yang sehari-hari merumput di Italia bersama AC Milan. Sedang di depan penyerang andalannya Martin Braithwaite (Barcelona) dan Kasper Dolberg (Nice) serta Mikkel Damsgaard (Samdoria).

Badai Gerbang Selatan

Kalau saja yang akan dihadapi Denmark dini hari nanti adalah Three Lions 5-10 tahun lalu, saat masih “dikutuk” menjadi “Tiga Singa Sirkus” karena selalu gagal di tiap turnamen, mungkin mereka bisa mudah mengukir kemenangan seperti pernah dilakukan di Wembley tahun lalu dalam ajang UEFA Nations League dan pada September 1983.

Menariknya, dua kali kekalahan Inggris atas Denmark di Wembley lewat vonis penalti. Pada UEFA Nations League tahun lalu, setelah bermain dengan 10 pemain karena Harry Maguire dapat kartu kuning kedua, Christian Eriksen sukses mengeksekusi (1-0).

Lalu dalam ajang uji coba pada 1983, Allan Simonsen yang menunaikan tendangan penalti ke gawang Inggris (1-0).

Tapi kini pawang The Three Lions adalah Gareth dari Gerbang Selatan (Southgate), yang sukses membawa “Tiga Singa” melintasi medan perang (Piala) Eropa dengan tanpa luka sama sekali, keluar dari kutukan seperti dijanjikan Gareth.

Gawang Perawan

Semula rakyat Inggris percaya bahwa Gareth Southgate adalah pelatih yang canggung. Bahkan ketika banyak orang mengumandangkan “sepakbola kembali ke rumah” (football is coming home) karena diyakini Inggris akan berjaya di Piala Eropa yang finalnya akan digelar di Stadion Wembley yang keramat itu, dianggap itu hanya Lip Service.

Tapi lihatlah, dalam perjalanan 5 laga di Piala Eropa 2020 ini, Inggris bukan hanya tak pernah kalah, bahkan merupakan satu-satunya tim yang sampai saat ini gawangnya yang dijaga Jordan Pickford (Everton) belum pernah kebobolan. Masih perawan.

Di fase penyisihan grup (D) menang atas Kroasia (1-0), ditahan imbang (0-0) oleh Skotlandia, dan menang 1-0 atas Ceko. Tiga Singa mulai menggigit dan mencakar dengan sangar di babak knockout. Panser Jerman diterkam 2-0 dan Ukraina dicabik-cabik hingga 4-0.

Total 8 gol yang dikemas Inggris memang lebih sedikit dibandingkan perolehan gol Denmark (10). Tapi 8 gol Inggris asli karena tidak mengalami defisit. Tak pernah kebobolan.

Dalam kondisi Three Lions yang sangar seperti ini memang jadi sulit bagi Pangeran Denmark untuk membuat Tiga Singa jadi jinak.

Sebaliknya, Gareth dari Gerbang Selatan akan kembali menjadikan duet Raheem Sterling (Manchester City) dan striker Tottenham Hotspur Harry Kane menjadi “hurricane”, angin ribut yang akan memporak-porandakan gawang Kasper Schmeichel sebagaimana dialami George Bushcan, penjaga gawang Ukraina.

Dengan berbekal rekam jejak di Piala Eropa yang jelas dan ini mencerminkan kualitas, ditambah dengan elektabilitas yang berada di atas, tidak terlalu sulit membayangkan Harry Kane dkk menjinakan dinamit yang ditebar Schmeichel Cs.

Kalau ini terjadi, maka terbayang final fenomenal Italia vs Inggris, dua tim yang sama-sama grafiknya sedang naik.

Saya berharap dengan demikian, di tengah situasi ketidakmenentuan karena kita harus menghadapi sendiri “horor” mutasi Covid-19, Piala Eropa ini bisa menjadi (satu-satunya) hal yang membuat kita gembira.

Kegembiraan bisa melahirkan optimisme. Dan optimisme akan meningkatkan daya tahan tubuh kita. Salam Inggris!

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya